Gelar Rapimnas, IKA PMII Bahas Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Ekonomi RI
Rapimnas ini membahas sejumlah agenda penting, dari penataan organisasi hingga respons terhadap dinamika ekonomi global yang kian tidak menentu
Ringkasan Berita:
- Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di kawasan Ancol, Jakarta Utara
- Rapimnas ini membahas sejumlah agenda penting, mulai dari penataan organisasi hingga respons terhadap dinamika ekonomi global yang kian tidak menentu
- Zainul menegaskan, organisasi alumni PMII ingin mengambil peran dalam memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Pantauan wartawan Tribunnews.com, Reza Deni, di lokasi, hadir dalam rapimnas tersebut, jajaran IKA PMII di antaranya Ketum IKA PMII Fathan Subchi, Sekjen IKA PMII Nur Purnomosidi, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Ketua Komisi II DP RI Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini, Ketua KPU RI Afifudin, dan para ketua pengurus wilayah dari seluruh provinsi IKA PMII di Indonesia.
Baca juga: PB IKA PMII Pastikan Roda Organisasi Jalan, Rapimnas Digelar Awal Maret
Ketua Steering Committee Rapimnas IKA PMII, Zainul Munasichin, mengatakan Rapimnas ini membahas sejumlah agenda penting, mulai dari penataan organisasi hingga respons terhadap dinamika ekonomi global yang kian tidak menentu.
Menurutnya, forum ini menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi pada tahun pertama kepengurusan IKA PMII periode 2025–2030.
Baca juga: Siap Jadi Mediator Konflik PBNU, IKA PMII Dorong Muktamar Bersama
Zainul menegaskan, organisasi alumni PMII ingin mengambil peran dalam memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah.
“Kita ingin IKA PMII bisa ambil bagian dalam memperkuat perekonomian nasional, berkolaborasi dengan pemerintah melalui berbagai program strategis yang saat ini sedang dijalankan,” kata dia kepada wartawan, Kamis (5/3/2026)..
Beberapa program pemerintah yang krusil antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
Selain isu nasional, pihaknya juga membahas dampak konflik geopolitik global terhadap kondisi ekonomi Indonesia, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Dinamika politik internasional hari ini sangat penuh tantangan. Terakhir dengan fenomena penyerangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, itu tentu akan menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” kata dia.
Karena itu, Rapimnas menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan untuk menjelaskan kondisi ekonomi nasional sekaligus langkah mitigasi pemerintah.
“Kita ingin tahu seberapa jauh mitigasi yang sudah dilakukan pemerintah terhadap potensi dampak ekonomi dari situasi perang di Timur Tengah ini,” ucapnya.
Dia menambahkan, IKA PMII ingin masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh dan objektif mengenai kondisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, organisasi alumni PMII juga menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai sektor kebijakan.
Baca juga: PB IKA PMII Kecam Tindakan Represif Aparat, Dukung Presiden Buka Dialog untuk Stabilkan Situasi
Menurut Zainul, kolaborasi dapat dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni perumusan kebijakan, implementasi program, dan pengawasan di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rapimnas-pmii-nihhhhhhhhh.jpg)