Selasa, 2 Juni 2026

Dewan Perdamaian

Konflik Iran Vs AS–Israel Kian Memanas, Indonesia Diminta Evaluasi Strategi di BoP

Eskalasi konflik antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel dinilai berpotensi mengubah dinamika geopolitik Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
DEWAN PERDAMAIAN - Adidaya Institute saat menjelaskan soal eskalasi konflik antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel yang menandai perubahan penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Kondisi tersebut bahkan diperkirakan dapat memicu pergeseran konfigurasi kekuatan global yang lebih luas. 

Di sisi lain, jika kepercayaan terhadap BoP terus melemah akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, pemerintah dinilai perlu melakukan penyesuaian strategis terhadap keanggotaan Indonesia di forum tersebut.

“Jika kepercayaan terhadap Board of Peace terus melemah akibat eskalasi konflik, maka pemerintah perlu melakukan kalibrasi strategis. Tetapi kalibrasi itu harus tetap menjaga hubungan diplomatik yang positif dengan Amerika Serikat karena kepentingan geoekonomi Indonesia juga besar," kata dia.

Dalam konteks eskalasi konflik Timur Tengah saat ini, dia memandang posisi Indonesia seharusnya diarahkan pada tiga langkah strategis.

Pertama, mempertahankan konsistensi dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai anchor legitimasi diplomasi Indonesia. 

Kedua, mengambil peran aktif dalam diplomasi de-eskalasi konflik dengan memanfaatkan posisi Indonesia sebagai negara non-blok. Ketiga, melakukan evaluasi strategis terhadap berbagai konfigurasi diplomasi global, termasuk efektivitas inisiatif perdamaian yang berkembang saat ini.

Survei Adidaya Institute sendiri dilakukan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 di 12 kota besar di Indonesia, melibatkan 72 responden ahli dari berbagai latar belakang profesi seperti akademisi, legislator, birokrat, pelaku usaha, tenaga kesehatan, hingga aktivis. Metode yang digunakan meliputi analytical hierarchy process, wawancara mendalam, serta diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD).

Diketahui, Krisis yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini setelah koalisi Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran semakin menguatkan desakan kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace

Pasalnya AS yang menginisiasi BoP justru membuat gejolak di kawasan Timur Tengah sehingga terjadi perang. 

Namun pemerintah masih menilai BoP menjadi saluran untuk mewujudkan perdamaian di Palestina sebagaimana tujuan awal keikutsertaan Indonesia.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nusron Wahid mengatakan bahwa Presiden Prabowo menilai BoP masih relevan untuk mewujudkan perdamaian Palestina yang sudah lama tidak terwujud. Hal itu pula yang disampaikan Prabowo saat bertemu para ulama, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, (5/3/2026). 

"Posisi pak presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BOP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," kata Nusron.

Presiden kata Nusron tidak mempermasalahkan adanya pihak yang meminta agar Indonesia keluar dari BoP.  Pemerintah menerima masukan tersebut untuk dikaji dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Tapi kalau ada yang menyarankan seperti itu, pemerintah tidak anti kritik. Kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian. Bukan dengan jalan peperangan," kata Nusron.

Dalam pertemuan dengan ulama selama 4 jam tersebut, Presiden kata Nusron menyampaikan bahwa belum ada jalan lain dalam mewujudkan perdamaian di Gaza Palestina, selain bergabung dengan BoP

"Kemudian pak presiden juga mempertanyakan, terus kalau seandainya ada yang menawarkan kita mendesak keluar dari BOP, terus tawarannya kita meja berunding, dalam rangka menciptakan perdamaian itu di medan apa? Di forum apa?" tuturnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved