Selasa, 12 Mei 2026

Menteri P2MI: Banyak Pekerja Migran Nomor Rekeningnya Dipakai "Money Laundering"

Para pekerja diminta tidak mudah terbujuk rayuan teman atau pasangan yang baru dikenal untuk meminjamkan akses keuangan.

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
Dok. Kemen P2MI
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meminta para calon pekerja migran (CPMI) untuk sangat berhati-hati dalam menjaga data pribadi. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri P2MI, Mukhtarudin, meminta para calon pekerja migran (CPMI) untuk sangat berhati-hati dalam menjaga data pribadi.
  • Mereka juga diminta tidak sembarangan meminjamkan nomor rekening kepada siapa pun guna menghindari risiko terjerat kasus pencucian uang atau money laundering.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meminta para calon pekerja migran (CPMI) untuk sangat berhati-hati dalam menjaga data pribadi dan tidak sembarangan meminjamkan nomor rekening kepada siapa pun guna menghindari risiko terjerat kasus pencucian uang atau money laundering.

Hal ini disampaikan Mukhtarudin saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan 344 Calon Pekerja Migran Indonesia di Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

"Jaga data diri. Data diri hati-hati. Paspornya, kemudian juga nomor account-nya, nomor rekeningnya jangan sampai-sampai gampang dipinjamkan sama orang baru dikenal," kata Mukhtarudin.

Money laundering (pencucian uang) adalah proses menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul uang/aset yang diperoleh dari aktivitas ilegal (seperti korupsi, narkoba, atau kejahatan lainnya) menjadi tampak seolah-olah berasal dari sumber yang sah.

Tujuannya agar uang "kotor" tersebut bisa digunakan tanpa terdeteksi aparat penegak hukum.

Diminta jangan mudah terbujuk

Politikus Partai Golkar ini meminta para pekerja tidak mudah terbujuk rayuan teman atau pasangan yang baru dikenal untuk meminjamkan akses keuangan.

"Jangan sampai nanti cinta lokasi gitu ya, akhirnya, 'pinjam dong nomor rekeningnya boleh enggak nanti kalau bisa atau ini ada usaha nih nanti bisa dapat sekian dapat sekian' akhirnya digunakan untuk kejahatan, digunakan untuk money laundry dan lain-lain," ujarnya. 

Sebab, menurut Mukhtarudin, banyak pekerja migran Indonesia di beberapa negara mengalami kasus serupa. 

"Banyak kejadian pekerja migran kita di beberapa negara seperti Taiwan, Hongkong, ada beberapa negara yang nomor rekeningnya digunakan untuk kejahatan, digunakan untuk money laundry," tuturnya. 

"Akhirnya dia bermasalah secara hukum dengan negara yang bersangkutan akibat itu tadi, tidak hati-hati menjaga diri, menjaga data diri," ucapnya menambahkan. 

Oleh karena itu, Mukhtarudin mengingatkan para pekerja migran tidak mudah menyerahkan data diri.

"Tetap jaga diri, jaga data diri. Jangan sampai nanti dipergunakan," ungkapnya. 

Dari ratusan pekerja tersebut, beberapa di antaranya akan ditempatkan di kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Oman. 

Selain itu, ke Jerman, Belanda, Jepang, hingga Australia. Mereka terdiri dari tenaga perawat, pramugari, hingga insinyur (Gijinkoku).

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved