OTT KPK di Cilacap
Ambyar Harapan Ahmad Luthfi Tak Ada Lagi OTT KPK di Jateng, Giliran Bupati Cilacap yang Terciduk
Ahmad Luthfi sempat berpesan dengan keras terhadap para bupati/wali kota agar jangan sampai ada OTT KPK lagi di Jateng.
Ringkasan Berita:
- Ahmad Luthfi berharap tak ada lagi OTT KPK menjerat kepala daerah di Jawa Tengah.
- Harapan itu pupus setelah Syamsul Auliya Rachman terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi pada 13 Maret 2026.
- Penangkapan Syamsul menambah daftar kepala daerah era Prabowo Subianto yang terjerat OTT KPK.
TRIBUNNEWS.COM - Pupus sudah harapan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, tidak ada lagi bupati/wali kota yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ahmad Luthfi sempat berpesan dengan keras terhadap para bupati/wali kota saat rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka persiapan menghadapi Lebaran 2026 di kantor Gubernur Jateng, Senin (9/3/2026).
Mereka diimbau jangan sampai melanggar aturan, apalagi sampai terkena OTT KPK, menyusul Bupati Pati Sudewo dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
"Setelah Pati, Pekalongan Kabupaten. Saya tidak pengen satu setengah bulan lagi ada lagi ada lagi (OTT KPK), jelas? Cukup dua kali, ora enek ping telu ping papat, ora ono! (tidak ada yang ketiga, keempat, tidak ada)."
"Sudah sering kita ulang-ulang kok muncul lagi. Saya minta tolong untuk para bupati wali kota betul betul kita grip untuk akuntabilitas kita, keterbukaan kita, transparansi kit untuk tidak menyalahgunakan wewenang dan melanggar hukum," ungkapnya.
Pesan keras itu juga diunggah Ahmad Luthfi di Instagram pribadinya, @ahmadluthfi_official.
"Akuntabilitas itu harga mati, tak bisa ditawar-tawar!" tulis Ahmad Luthfi pada keterangan.
Harapan Ambyar setelah 4 Hari
Empat hari berselang, harapan Ahmad Luthfi pupus.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman terkonfirmasi terjaring OTT KPK pada Jumat (13/3/2026).
Syamsul Auliya menambah panjang daftar kepala daerah di Jateng yang terjaring dalam OTT KPK, menyusul Sudewo (Bupati Pati) dan Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan).
Baca juga: Harta Kekayaan Bupati Cilacap yang Kena OTT KPK, Punya Utang Rp215 Juta
Kabar penangkapan orang nomor satu di Cilacap ini, dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews.com melalui pesan tertulis pada Jumat siang, Fitroh mengonfirmasi kebenaran informasi penangkapan tersebut.
"Benar," jawab Fitroh singkat saat ditanya mengenai kepastian kabar tertangkap tangannya bupati Cilacap dalam operasi tersebut.
Syamsul Auliya Rachman baru setahun menjabat Bupati Cilacap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bupati-Cilacap-Bupati-Pekalongan-Bupati-Pati-OTT-KPK-JAWA-TENGAH.jpg)