Kamis, 16 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Tips Aman Berkendara saat Mudik Lebaran 2026: Persiapan dan Keselamatan Pemudik

Mudik Lebaran 2026 diperkirakan diikuti 143,9 juta orang, dan pemerintah menyiapkan infrastruktur serta fasilitas pendukung lainnya.

Tribunnews.com/Tribunnews
ARUS MUDIK LEBARAN - Pantauan arus mudik di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) pada Sabtu (14/3/2026) pukul 08.30 sampai 09.30 WIB melalui drone. Mudik Lebaran 2026 diperkirakan diikuti 143,9 juta orang, dan pemerintah menyiapkan infrastruktur serta fasilitas pendukung, termasuk ruas tol baru dan ribuan masjid sebagai rest area. 

Kesiapan teknis ini, disebutnya, menjadi syarat yang tidak bisa ditawar mengingat cuaca yang dinamis dan rute yang panjang.

Oleh karena itu, setiap pemudik diwajibkan melakukan inspeksi komponen vital kendaraan secara menyeluruh dan detail menyangkut ketebalan profil ban dan tekanan angin sesuai standar, sistem pengereman berfungsi sempurna, serta seluruh cairan kendaraan (oli mesin, cairan radiator, hingga minyak rem) dalam volume dan kualitas yang prima.

"Mengabaikan kesiapan teknis ini sama halnya dengan membuka peluang besar terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya," ucapnya.

2. Atur Kelelahan Pengemudi

Faktor keselamatan, sebagai faktor krusial terlebih jika itu menyangkut manajemen kelelahan dari sang pengemudi.

Berada di balik kemudi selama berjam-jam, dapat menguras tingkat konsentrasi dan memperbesar risiko microsleep, dan ini dinilainya menjadi salah satu penyumbang terbesar kecelakaan di jalan tol.

"Terapkanlah standar keselamatan berkendara dengan konsisten. Beristirahatlah minimal 15–30 menit setelah mengemudi maksimal 4 jam berturut-turut. Selain itu manfaatkan rest area tol atau ribuan masjid yang telah disiapkan pemerintah untuk sekadar meregangkan otot, minum air putih, dan memulihkan fokus sebelum melanjutkan perjalanan," jelas Kurniawan.

3. Rencanakan Waktu dan Rute Perjalanan

Untuk menghindari jebakan kemacetan yang melelahkan, maka dapat digunakan aplikasi navigasi digital secara real-time guna memantau rute perjalanan.

Menurutnya, penting untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan informasi resmi dari Korlantas Polri terkait rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, atau pembatasan jam operasional truk angkutan barang.

"Hal ini untuk menjamin perjalanan di luar jam-jam puncak arus mudik akan membuat perjalanan terasa jauh lebih lengang dan bebas stress," ungkap Kurniawan.

4. Manfaatkan Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung

Esensi mudik Lebaran pada hakikatnya adalah merayakan kemenangan dan merajut kembali tali silaturahmi bersama keluarga dengan selamat.

Dengan infrastruktur jalan yang semakin baik dan tambahan fasilitas rest area sudah seharusnya para pemudik mengimbangi dengan kesadaran untuk mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga etika berkendara.

Dengan persiapan kendaraan yang prima, manajemen kelelahan yang disiplin, serta perencanaan rute yang matang, perjalanan mudik tentunya akan menjadi sebuah pengalaman yang aman, nyaman, dan berujung pada kebahagiaan di kampung halaman.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved