Senin, 20 April 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

PKS Minta Kasus Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diusut secara Transparan

Serangan terhadap Andrie Yunus yang selama ini aktif menyuarakan isu keadilan dan pembelaan HAM diduga kuat bukan tindak kekerasan biasa.

Penulis: Reza Deni
HO/IST
DISIRAM AIR KERAS - Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Andrie Yunus disiram air keras di Salemba setelah sebelumnya menerima telepon misterius. Serangan terhadap Andrie Yunus yang selama ini aktif menyuarakan isu keadilan dan pembelaan HAM diduga kuat bukan tindak kekerasan biasa. 

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun KontraS dan dirilis pada Jumat (13/3/2026), Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat sekitar pukul 23.37 WIB.

Dua orang pelaku lalu menghampiri Andrie secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua.

Kendaraan itu diduga merupakan motor matic Honda Beat keluaran tahun 2016 sampai dengan 2021.

PENYIRAM AIR KERAS - Pelaku penyiram air keras terhadap aktivis Kontras melintas di lokasi kejadian di wilayah Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
PENYIRAM AIR KERAS - Pelaku penyiram air keras terhadap aktivis Kontras melintas di lokasi kejadian di wilayah Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). (tangkapan layar/Abdi Ryanda Shakti)

 

Pelaku diduga merupakan dua orang laki-laki yang melakukan aksinya dengan menggunakan satu motor.

Masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang.

Pelaku pertama yang merupakan pengendara menggunakan pakaian kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai "buff" berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

Salah satu pelaku menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuhnya.

Akibat serangan itu, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.

Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta dan mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik Andrie yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved