Idul Fitri 2026
5 Khutbah Idul Fitri 1447 H/ 2026 Lengkap dengan Beragam Tema yang Relevan
5 teks khutbah Idul Fitri 1447 H yang dapat dibacakan berjudul: “Keistimewaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H” hingga “Memaknai Ulang Idul Fitri 1447 H”.
Mereka akan menerima balasan sesuai dengan amal yang telah mereka perbuat. Dan terhadap kenyataan itu, patut kita sadari bahwa setiap kita pasti akan menempati apa-apa yang telah mereka tempati.
Semoga kita semua mendapatkan taufiq serta hidayah dari Allah Swt. Supaya kita dapat beramal baik pada hari yang penuh dengan barakah ini. Dan semoga kita diberi kesempatan oleh Allah Swt. Untuk dapat menjumpai Hari Raya Idul Fitri yang akan ating dalam keadaan sehat wal ‘afiat, dan tentunya dalam kondisi yang lebih baik dari sekarang. Amin, amin, ya Rabbal ‘alamin.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُم بِاللهِ الْغَرُورُ إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرُ كَبِيرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ. لَا إله إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرِ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
Khutbah Kedua
اللهُ أَكْبَرُ …. ٧
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَادَ الْأَعْيَادَ وَكَرَّر. وَأَجَازَ الصَّائِمِيْنَ الثَّوَابَ وَكَامَلَ الْأَجْرَ الْمُوَفَّر. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ أَنْ خَلَقَ وَصَوَّر. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةٌ يَنْقُلُ بِهَا الْمِيزَانُ فِي الْمَحْشَر. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الْمَبْعُوْثَ إِلَى الْأَسْوَدِ وَالْأَحْمَر اللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْفَائِزِيْنَ بِالشَّرَفِ الْأَفْخَر.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ وَحَذَر. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى ” إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ صَاحِبِ الْوَجْهِ الْأَنْوَر. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ أَصْحَابِهِ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلَي وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْن.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ. وَأَصْلِحْ جَمِيعَ وُلَاةِ الْمُسْلِمِينَ. وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ. وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدين. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات إِنَّكَ مُجِيْبُ الدَّعَوَات رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ !!!! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ الْجَلِيلَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
2. Khutbah Idul Fitri 1447 H: Memaknai Ulang Idul Fitri 1447 H
dari: Ustadz M. Abror Rosyidin, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ للهُ أَكْبَرُ، الهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُاللهُ أَكْبَرُاللهُ أَكْبَرُ الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
لْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَأَشْهَدٌ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِي اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ ، قالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ (الروم: 30)
Khutbah Pertama
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Jamaah shalat Idul Fitri hafidhakumullah.
Pagi hari ini kita bersama-sama telah diberikan kenikmatan merayakan Idul Fitri oleh Allah Swt. dengan mengumandangkan takbir penuh kebahagiaan, setelah melampaui perjuangan pelatihan fisik dan mental, berpuasa selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan.
Semoga segala keistimewaan-keistimewaan seperti rahmat dan maghfirah (ampunan) dari Allah, serta itqun minannar (pembebasan dari api neraka), dalam bulan Ramadhan, kita dapat meraihnya dengan baik. Sejak hari pertama Ramadhan, kita menahan lapar, haus dan segala hawa nafsu, melatih kesabaran demi meraih insan yang bertakwa, yakni kualitas kemanusiaan yang tertinggi di hadapan Allah SWT.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha-Mengetahui.”
Istilah Idul Fitri, terdiri dari 2 kata, yaitu ‘Idun” dan “Fithrun”. Kata i’ed berasal dari ‘aada-ya’udu, yang berarti kembali. Ada yang mengatakan kata i’ed berarti al-‘Aadah artinya kebiasaan, yaitu sesutu yang terus kembali dilakukan berulang-ulang, sehingga menjadi kebiasaan. Begitu juga dengan Idul Fitri yang menjadi rutinitas dan kebiasaan tahunan umat Islam di seluruh dunia.
Sementara kata “Fithrun” memiliki dua makna. Salah satunya, satu akar kata dengan “Ifthar” yang artinya “berbuka puasa”. Sedangkan Fitrun juga bisa berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru.
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Jamaah shalat Idul Fitri hafidhakumullah
Dari penjelasan arti istilah Idul Fitri diatas, menurut makna yang pertama, dapat disimpulkan bahwa makna Idul Fitri dapat dijabarkan dengan hari raya kemenangan di mana umat muslim merayakannya dengan kembali “buka puasa” atau makan.
Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 Syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.
Namun, sangatlah sempit jika kita memaknai kata fitri ini hanya dengan makan dan minum yang sejatinya merupakan kodrat manusia yang biasa saja dilakukan sehari-hari.
Seringkali kita hanya memaknai momen idul fitri ini dengan kegiatan makan-makan, balas dendam karena sebulan menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya mentari.
Momen balas dendam, malah kadang disalahgunakan untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, yaitu israf (berlebih-lebihan).
۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan (al-A’raf: 31).”
اللهُ أَكْبَرُ ٣× لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
Di hari raya, menu makanan bisa beraneka macam, dan keinginan hati untuk menyantapnya semuanya pada saat itu juga, padahal tentu saja kapasitas perut kita terbatas. Atau terkadang kita ingin membeli baju yang semewah-mewah mungkin, yang kadang kala, itu juga bisa masuk pada israf (berlebihan), atau bahkan bisa tergolong sombong atau pamer.
Maka, alangkah baiknya jika sejenak membahas makna luar biasa dari kata fitri yang berasal dari fathara-yafthiru yang artinya suci dan bersih. Zakat di bulan Ramadan pun diberi nama Zakat Fitri, karena fungsinya untuk membersihkan dan mensucikan harta dan diri kita dari segala keburukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jemaah-muhammadiyah-gelar-salat-idul-fitri-1444-h_20230421_181441.jpg)