Selasa, 14 April 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Dosen Australia: Serangan Terhadap Andrie Yunus Ujian Berat Bagi Pemerintahan Prabowo

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya laporan intimidasi terhadap aktivis dan jurnalis.

Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Gita Irawan
TEROR KE AKTIVIS - Tim kuasa hukum aktivis KontraS korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal, Andrie Yunus, dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi dan perwakilan KontraS memperlihatkan poster saat konferensi pers di kantor YLBHI Jakarta Pusat pada Senin (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Serangan berupa penyiraman air keras ke aktivis HAM Andrie Yunus kerap terjadi di jaman Orde Baru.
  • Dosen Australia melihat semacam ujian keseriusan yang akan ditunjukkan pemerintahan (Prabowo) ini dalam menangani kasus-kasus seperti ini.
  • Kini semua mata tertuju pada penegak hukum siapa dalang di balik serangan itu akan terungkap.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Serangan air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus  membangkitkan kembali momok serangan-serangan serupa di masa lalu tepatnya di masa Orde Baru terhadap para aktivis, sekaligus memberikan tekanan pada penegak hukum untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya laporan intimidasi terhadap aktivis dan jurnalis, dan telah menarik perhatian nasional dan internasional.

“Saya pikir banyak orang di luar negeri mengamati ini sebagai semacam ujian keseriusan yang akan ditunjukkan pemerintahan (Prabowo) ini dalam menangani kasus-kasus seperti ini, ” kata Dr. Ian Wilson, Dosen Senior bidang Politik dan Hubungan Internasional Universitas Murdoch di Perth, Australia, seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu (18/3/2026).

Serangan terhadap Andrie Yunus, wakil koordinator lembaga pengawas hak asasi manusia KontraS, menggemparkan karena hampir seluruh kejadian terekam kamerarekaman CCTV.

Andrie mengendarai sepeda motornya di sekitar Menteng di Jakarta Pusat pada 12 Maret malam ketika wajah dan tubuh bagian atasnya disiram air keras oleh penumpang di sepeda motor yang lewat di jalan raya.

Menurut pernyataan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 16 Maret, serangan itu mengakibatkan luka bakar 24 persen pada tubuh  Andrie dan harus menjalani operasi setelah mengalami kerusakan pada mata kanannya.

Meningkatnya serangan terhadap aktivis dan jurnalis

Serangan tersebut, meskipun mengejutkan, bukanlah tanpa preseden.

Telah terjadi peningkatan jumlah serangan dan kasus intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia dan organisasi selama tiga tahun terakhir, dengan jumlah korban mencapai 188 pada tahun 2025, meningkat sebesar 82,5 persen dari 103 pada tahun 2023, menurut data dari Amnesty International Indonesia.

KontraS mendapat banyak ancaman sejak didirikan pada tahun 1998 – yang paling terkenal adalah pembunuhan mantan koordinatornya, Munir Said Thalib, saat dalam penerbangan ke Amsterdam, Belanda pada tahun 2004.

Serangan terhadap Andrie paling mirip dengan serangan yang dialami oleh mantan penyelidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Pada tanggal 11 April 2017, ia sedang berjalan pulang dari salat subuh di masjid setempat ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor lewat dan menyemprotnya dengan asam.

“Saya rasa Indonesia telah mengalami penurunan kebebasan berekspresi sejak lama,” kata Dr. Firman Noor, peneliti politik senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional, kepada ST.

“Dan dalam hal kualitas demokrasi kita, kita juga mengalami stagnasi. Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa demokrasi kita memang mengalami penurunan yang serius.”

DISIRAM AIR KERAS - Penampakan Jalan Talang, Senen, Jakarta Pusat tepatnya di jembatan Kampung Talang yang menjadi lokasi Wakil Ketua Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus diduga disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam. 
DISIRAM AIR KERAS - Penampakan Jalan Talang, Senen, Jakarta Pusat tepatnya di jembatan Kampung Talang yang menjadi lokasi Wakil Ketua Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus diduga disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam.  (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Kritikus yang blak-blakan

Andrie pertama kali menjadi sorotan nasional pada Maret 2025 setelah rekaman dirinya viral mendatangi anggota DPR yang sedang membahas undang -undang militer baru di sebuah hotel mewah di Jakarta.

“Kami menuntut agar pembahasan mengenai revisi hukum militer dihentikan karena tidak sesuai dengan proses legislatif yang semestinya. Pembahasan tersebut dilakukan secara tertutup,” katanya saat itu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved