Sabtu, 25 April 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Kata Prabowo soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Biadab, Setara Aksi Terorisme!

Prabowo menyamakan kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus setara dengan aksi terorisme. Ia mendesak agar aktor intelektualnya turut diungkap.

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto menegaskan bahwa kasus penyerangan dengan menyiramkan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus adalah tindakan biadab dan setara aksi terorisme.
  • Ia mendesak agar aparat menangkap aktor intelektual dari kasus tersebut.
  • Prabowo juga menegaskan tidak akan melindungi para tersangka meski berlatar belakang dari pemerintahan.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam ketika Andrie hendak pulang setelah menghadiri siniar atau podcast yang diadakan di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Hingga kini, total ada empat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka di mana mereka diduga adalah anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara.

Belum diketahui motif dari para pelaku hingga nekat melakukan tindakan tersebut.

Prabowo menegaskan apa yang dilakukan para tersangka adalah tindakan biadab. Bahkan, dirinya menyebut insiden ini setara dengan aksi terorisme

Prabowo memerintahkan agar aparat mengusut kasus ini hingga tuntas dan menangkap aktor intelektualnya.

"Ini terorisme, tindakan biadab, harus kita kejar dan harus kita usut. (Sampai aktor intelektualnya harus ditangkap?) Termasuk siapa yang nyuruh, siapa yang bayar," katanya saat bertemu dengan jurnalis dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (19/3/2026).

Baca juga: Megawati dan Prabowo Bertemu 2 Jam, Hasto Kristiyanto: Pertemuan Kawan Lama

Dia juga menegaskan tidak akan melindungi pelaku meski berasal dari pemerintahan.

Namun, Prabowo turut berharap jika aktor intelektual bukan bagian dari pemerintahan, maka pengusutan secara maksimal juga harus dilakukan.

"(Jika aktor intelektual dari pemerintahan apakah akan dilindungi?) Tidak akan, saya jamin. Tapi sebaliknya, kalau ini provokator yang bukan dari pemerintah, jelas kita akan usut kok," tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan pemerintahan yang dipimpinnya tidak pernah membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

"Dibandingkan dengan banyak negara, apa kita batasi nggak? Coba rasakan. TikTok, fake news, hoaks, kebohongan yang disiarkan setiap hari, coba dilihat. Coba bandingkan dengan yang lain," katanya.

Namun, dia juga meminta publik agar melihat adanya pihak yang memang ingin memprovokasi.

Prabowo juga mengatakan hal tersebut telah lama terjadi di berbagai negara di mana ada pihak yang mengatasnamakan pihak lain untuk melakukan aksi teror.

"Kadang-kadang kan peristiwa itu dibuat seolah untuk provokasi. Itu ada buku intelijen, itu namanya false flag operation, di mana melakukan aksi teror yang seolah-olah dilakukan Palestine padahal aslinya Mossad," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved