Rabu, 13 Mei 2026

Pengamat Sebut Pertemuan Prabowo dan Megawati Bukan Sekadar Silaturahmi: Ada Konteks Lebih Besar

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dinilai bukan sekadar silaturahmi.

Tayang:
Sekretariat Presiden
BERTEMU MEGAWATI - Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, (19/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pertemuan Prabowo dan Megawati disebut bukan sekadar silaturahmi semata
  • Pertemuan Prabowo dan Megawati mencerminkan pentingnya menjaga komunikasi antar elite
  • Posisi Megawati dalam dinamika politik nasional tetap memiliki peran penting, termasuk dalam menjaga keseimbangan kekuatan politik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dinilai bukan sekadar silaturahmi.

Melainkan bagian dari komunikasi politik di tengah situasi global yang tidak menentu.

Pengamat politik, Arifki Chaniago menyebut pertemuan tersebut mencerminkan pentingnya menjaga komunikasi antar elite.

“Ini bukan sekadar silaturahmi. Ada konteks yang lebih besar, terutama karena situasi global lagi tidak stabil,” kata Arifki dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, dari sisi Prabowo, langkah ini menunjukkan upaya membangun komunikasi luas dengan berbagai tokoh demi menjaga stabilitas politik nasional.

Baca juga: Prabowo Kritik Belanja Daerah Tak Produktif, Singgung Mobil Dinas Kepala Daerah Rp 8 Miliar

“Prabowo membangun komunikasi yang luas. Itu memberi pesan bahwa stabilitas jadi prioritas,” ujar Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu.

Namun, Arifki menilai pertemuan dengan Megawati memiliki karakter berbeda karena dilakukan secara khusus, tidak dalam forum bersama seperti sebelumnya

Ia menambahkan, posisi Megawati dalam dinamika politik nasional tetap memiliki peran penting, termasuk dalam menjaga keseimbangan kekuatan politik.

“Di satu sisi ada konsolidasi, di sisi lain ada upaya menjaga posisi tawar. Itu hal yang wajar dalam politik,” katanya.

Baca juga:  Megawati dan Prabowo Bertemu 2 Jam, Hasto Kristiyanto: Pertemuan Kawan Lama

Arifki menegaskan, pertemuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan perubahan peta politik.

Melainkan bagian dari komunikasi antar elite dalam merespons situasi yang berkembang.

“Ini lebih ke menjaga komunikasi dan membaca arah, bukan keputusan politik yang langsung terlihat,” ucap.

Pertemuan Teman Lama

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pertemuan merupakan silaturahmi antara dua teman lama.

"Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari 2 jam," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Megawati mambahas banyak hal yang tergolong strategis untuk bangsa dan negara.

Kedua pemimpin juga membahas soal kondisi geopolitik global yang saat ini sedang panas.

"Di dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut, dibahas hal-hal strategis tentang persoalan bangsa dan negara, serta berbagai persoalan geopolitik," katanya.

Hasto mengatakan pengalaman Megawati sebagai Presiden Kelima RI dibahas dalam pertemuan tersebut.

Termasuk pengalaman dalam melalui krisis multi dimensi yang pernah terjadi di Indonesia.

"Pengalaman Ibu Megawati yang sangat luas, terutama sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensional, termasuk berbagai pendekatan kebijakan yang selalu menekankan pentingnya sense of priority dan sense of urgency, menjadi salah satu hal yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut," katanya.

Tidak hanya soal kebijakan yang pernah diambil, Megawati juga kata Hasto berbagi pengalaman dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia.

Selain itu juga Megawati yang juga Ketua Umum PDIP menceritakan mengenai kunjungan terakhirnya ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

"Demikian juga terkait dengan persoalan geopolitik, khususnya kepeloporan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan berbagai peran penting dalam membangun tata dunia baru melalui politik luar negeri bebas aktif," katanya.

Hasto mengatakan pertemuan antar Presiden Prabowo dengan Megawati ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Bagi PDIP pertemuan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong yang menjadi kultur bangsa Indonesia.

"Sehingga pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa, untuk saling berdialog, bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada, Kamis (19/3/2026).

Presiden menerima Ketua Umum PDIP tersebut yang datang bersama putrinya Puan Maharani.

Dalam pertemuan di Istana, Prabowo dan Megawati duduk di sofa putih panjang.

Di hadapannya tampak Puan dan juga Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved