Ijazah Jokowi
Ijazah S2 dan S3 Rismon Sianipar Diduga Palsu, Roy Suryo: Gelar Dr. Eng. Tak Lazim di Jepang
Pakar telematika Roy Suryo menyoroti gelar Dr. Eng. milik Rismon Sianipar yang dianggap tidak lazim digunakan di Jepang.
Ringkasan Berita:
- Roy Suryo menyoroti gelar Doctor of Engineering (Dr. Eng.) milik Rismon Sianipar yang dianggap tidak lazim digunakan di Jepang, karena biasanya gelar tersebut lebih dikenal di Jerman.
- Rismon dituduh memiliki ijazah S2 dan S3 palsu dari Universitas Yamaguchi, dan kasus ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Andi Azwan cs.
- Laporan dugaan pemalsuan ijazah sudah diterima polisi, bahkan penyidik Polda Metro Jaya disebut berangkat ke Jepang untuk menelusuri kebenaran ijazah Rismon.
TRIBUNNEWS.COM - Penggugat ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, menyoroti gelar Dr. Eng. milik Rismon Sianipar di tengah isu dugaan ijazah S2 dan S3 palsu kepunyaan Rismon dari Universitas Yamaguchi, Jepang.
Menurut Roy Suryo, gelar Doctor of Engineering atau disingkat Dr. Eng. milik Rismon Sianipar tidak lazim digunakan di Jepang.
Rismon diketahui memiliki gelar tersebut yang ia dapatkan dari Universitas Yamaguchi Jepang, tetapi kini sedang menjadi sorotan publik karena diduga ijazahnya palsu.
Rismon Sianipar juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dengan kasus dugaan ijazah S2 dan S3 palsu dari Universitas Yamaguchi.
Roy Suryo mengatakan dalam buku Jokowi's White Paper gelar pada nama Rismon Sianipar tertulis Dr. Eng.
Pakar telematika itu mengaku awalnya sudah cukup bingung dengan gelar Dr. Eng. Rismon.
Roy menilai gelar tersebut lazimnya didapatkan dari perguruan tinggi di Jerman seperti gelar yang didapatkan oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie hingga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro.
Baca juga: Adu Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar dan Roy Suryo, Alumni S2 UGM Beda Jalur soal Ijazah Jokowi
"Saya pun waktu itu juga sempat agak bertanya dikit gitu karena Dr. Eng. itu enggak lazim untuk gelar di Jepang. Biasanya Jerman. Kita ingat dulu zaman Pak Habibie, Pak Wardiman itu kan Eng. Nah itu memang Jerman. Jarang Jepang menggunakan itu," kata Roy Suryo, dikutip Tribunnews dari tayangan di kanal YouTube Nusantara TV pada Senin (23/3/2026).
"Tapi saya waktu itu bilang, mungkin saja ada kelas internasional yang begitu dan orang mungkin bisa memilih antara PhD atau Dr. Eng. atau doktor saja," lanjutnya.
Lebih lanjut, Roy Suryo awalnya tidak ingin percaya begitu saja dengan isu ijazah palsu Rismon Sianipar.
Namun, setelah laporan dari kubu Ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, terkait dugaan ijazah palsu Rismon diterima oleh Polda Metro Jaya, Roy Suryo tidak ingin membela Rismon lebih jauh.
"Ketika kemudian ada indikasi pendidikan dia (Rismon) di Universitas Yamaguchi dikatakan tidak benar, kemudian ada kelompok yang mempersoalkan itu, saya tadinya tidak mau percaya begitu saja," ujar Roy Suryo.
"Sampai ketika akhirnya kelompok ini mendaftarkan gugatan atau melaporkan di Polda Metro Jaya. Sudah diterima, sudah jadi LP," imbuhnya.
Bahkan, Roy Suryo menyebut bahwa penyidik dari Polda Metro Jaya sudah berangkat ke Universitas Yamaguchi Jepang untuk menelusuri kasus dugaan ijazah palsu Rismon Sianipar ini.
Artinya, kata Roy Suryo, Rismon Sianipar dihadapkan dengan kasus yang serius.