Jumat, 1 Mei 2026

WFH ASN Setelah Lebaran, Benarkah Bisa Pangkas Konsumsi BBM hingga 20 Persen?

WFH ASN jadi strategi hemat BBM di tengah krisis energi global akibat penutupan Selat Hormuz, tapi efektivitasnya diperdebatkan.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Glery Lazuardi

"Alihkan dana MBG ke subsidi BBM untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat tidak boleh dikorbankan hanya untuk MBG," ucapnya.

Dengan ancaman krisis energi yang semakin nyata, kebijakan yang tepat sasaran dinilai menjadi kunci agar dampaknya tidak semakin membebani masyarakat dan menghambat pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Sedang Trending: dari Kebijakan MBG hingga Usulan WFH untuk Efisiensi Energi

Pemerintah Terapkan WFH ASN Usai Lebaran 2026

Pemerintah berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai setelah Lebaran 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian energi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan tersebut diperkirakan mulai berlaku pada April 2026, setelah aturan teknisnya rampung disusun pemerintah.

“Aturan WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan untuk ASN maupun imbauan untuk swasta,” ujarnya, dikutip Selasa (24/3/2026).

Airlangga menegaskan, kebijakan ini tidak akan diberlakukan pada sektor pelayanan publik yang tetap harus beroperasi normal demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Penerapan WFH menjadi bagian dari strategi efisiensi energi nasional, terutama di tengah lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan beban konsumsi BBM dalam negeri.

Dalam skema yang disiapkan, sistem kerja jarak jauh ini hanya berlaku satu hari dalam sepekan. Pemerintah mengadopsi model kerja hibrida agar efisiensi tetap tercapai tanpa mengganggu produktivitas ASN.

Selain itu, pemerintah juga mendorong sektor swasta untuk mengikuti pola serupa, meski tidak bersifat wajib. Imbauan ini diharapkan dapat memperluas dampak penghematan energi secara nasional.

Pemerintah menilai, pengurangan mobilitas harian pekerja—terutama perjalanan rutin ke kantor—dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk menekan konsumsi BBM, sekaligus merespons tantangan krisis energi global yang kian terasa.

Baca juga: Anggota DPR Soroti Wacana WFH bagi ASN, Pelayanan Publik Diminta Tetap Optimal

ASN Sambut Positif WFH Sehari Sepekan

Wacana pemerintah menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat sambutan positif dari para pegawai.

Kebijakan ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu.

Dimas (29), staf di salah satu Suku Dinas di DKI Jakarta, mengaku sangat mendukung rencana tersebut. Ia menilai WFH bisa menjadi solusi atas waktu perjalanan yang panjang setiap hari.

"Saya setuju banget sih. Kalau buat saya pribadi, alasan utamanya lebih ke work-life balance dan efisiensi waktu, ya. Apalagi rumah saya di Bekasi. Tiap hari itu habis waktu di jalan bisa hampir tiga jam lebih buat PP (pulang-pergi) doang," kata Dimas, Jumat (27/3/2026).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved