Sabtu, 9 Mei 2026

WFH ASN Setelah Lebaran, Benarkah Bisa Pangkas Konsumsi BBM hingga 20 Persen?

WFH ASN jadi strategi hemat BBM di tengah krisis energi global akibat penutupan Selat Hormuz, tapi efektivitasnya diperdebatkan.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Glery Lazuardi

Jarak tempat tinggal yang cukup jauh membuat Dimas kerap mengalami kelelahan bahkan sebelum mulai bekerja. Dengan adanya WFH satu hari dalam sepekan, ia yakin beban tersebut bisa berkurang.

Menurutnya, jenis pekerjaannya yang berkaitan dengan data dan riset juga sangat memungkinkan untuk dikerjakan secara jarak jauh.

"Malah kadang kalau di kantor jadinya kepotong waktunya, banyak distraksi juga. Kalau WFH selama kerjaannya emang bisa remote kan, tinggal nyari tempat yang comfy dan tenang gitu," ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Erwin (41), ASN di salah satu kementerian. Ia menilai sudah saatnya terjadi perubahan pola pikir bahwa bekerja tidak selalu harus dilakukan di kantor.

"Budayanya kan selama ini baru kelihatan kerja itu kalau ada di kantor, kalau WFA atau WFH malah disangkanya mau liburan. Padahal banyak juga yang datang asal pulang jam empat sore, enggak tau kerjanya apa," jelasnya.

Erwin meyakini sistem WFH justru dapat mendorong perubahan budaya kerja menjadi lebih berorientasi pada hasil. Ia menilai target harian dan laporan progres dapat menjadi indikator kinerja yang lebih jelas.

"Karena gini, kalau dia WFH satu hari tapi enggak ngerjain apa-apa itu kelihatan loh progresnya. Saya juga kalau WFH tapi progres kerjaan sedikit jadi tertekan sendiri, jadi lebih seperti di-push untuk produktif malah," katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi efisiensi operasional, seperti penghematan listrik, air, hingga penggunaan gedung perkantoran jika sistem ini diterapkan secara bergilir.

Pengalaman selama pandemi COVID-19 juga menjadi bekal bagi ASN untuk beradaptasi dengan sistem kerja fleksibel. Dimas menilai koordinasi tetap bisa berjalan optimal dengan dukungan teknologi digital.

"Koordinasi bisa lewat grup WhatsApp atau pakai Milis bisa. Atasan pagi tinggal minta to-do-list nanti siang atau sore bisa di-update di sharing folder NAS," ujarnya.

Meski demikian, Dimas mengakui WFH juga memiliki tantangan, terutama terkait batas waktu kerja yang kerap menjadi tidak jelas.

"Atasan kadang suka nge-chat urusan kerjaan di luar jam kantor karena mikirnya kita lagi di rumah aja. Paling kalau lagi butuh konfirmasi cepat dari divisi lain, kadang nunggunya lumayan lama," tuturnya.

Sementara itu, Erwin menambahkan bahwa penerapan WFH juga menuntut peningkatan kemampuan teknologi bagi ASN, yang tidak selalu mudah bagi semua pihak.

" Saya sendiri belajarnya juga susah, mungkin nanti tantangannya ya gimana caranya semua bisa beneran paham pakai sistem online ini kerjanya," ujarnya.

Di tengah berbagai kelebihan dan tantangan tersebut, para ASN berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang seimbang dan tepat sasaran dalam menerapkan sistem kerja baru ini.

(tribunnews.com/kompas.com)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved