Kamis, 11 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Laporan ICW: 90 Guru Merasa Distribusi MBG Memotong Jam Kegiatan Belajar Mengajar

ICW menyampaikan 88 persen guru di Indonesia merasa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM).

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
PROGRAM MBG - Anggota Divisi Advokasi Indonesia Corruption Watch (ICW) sekaligus perwakilan Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia, Yassar Aulia, dalam konferensi pers temuan sementara Posko Pengaduan Konstitusional Guru terkait Dampak Proyek MBG, di Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • ICW menyebut 88 persen guru di Indonesia merasa pelaksanaan program MBG berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar
  • 90 orang guru menceritakan distribusi MBG memotong jam Kegiatan Belajar Mengajar
  • 54 guru melaporkan bahwa pelaksanaan MBG menambah beban kerja guru

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyampaikan 88 persen guru di Indonesia merasa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM).

Anggota Divisi Advokasi Indonesia Corruption Watch (ICW) sekaligus perwakilan Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia, Yassar Aulia menjelaskan, ada 151 dari total 173 guru pelapor melaporkan hal tersebut kepada Posko Pengaduan Konstitusional Guru terkait dampak program MBG.

"Setidaknya 88 persen guru merasa pelaksanaan proyek MBG mempengaruhi kegiatan belajar mengajar," kata Yasser dalam konferensi pers temuan sementara Posko Pengaduan Konstitusional Guru terkait Dampak Proyek MBG di Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).

"Jenis dampak pertama, yaitu jam pelajaran terganggu atau berkurang," tambahnya.

Ia menjelaskan, ada 90 orang guru yang menceritakan distribusi MBG memotong jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). 

Menurutnya, kegiatan belajar harus berhenti untuk mengambil atau mengonsumsi MBG.

Baca juga: Kajian KPK: Regulasi Program MBG Belum Memadai, Berpotensi Tingginya Konflik Kepentingan

Jenis dampak kedua, kata Yasser, 54 guru melaporkan bahwa pelaksanaan MBG menambah beban kerja guru.

"Guru harus membagikan makanan, menghitung ompreng, mengawasi siswa, dan bersih-bersih," jelasnya.

Jenis dampak berikutnya, Yasser menyebut, 41 guru menceritakan bahwa pelaksanaan MBG menyebabkan siswa menjadi tidak fokus belajar.

Dampak lainnya, antara lain 30 guru melaporkan distribusi MBG tidak tepat waktu, 25 guru menceritakan masalah kualitas makanan MBG.

"15 guru menceritakan masalah kebersihan dan ketertiban kelas. Kelas kotor, sisa makanan, bau makanan," ucapnya.

Baca juga: Kepala BGN Klaim Menkeu Sudah Setujui Pengadaan Motor Listrik MBG: Mungkin Ada yang Terlewat

Sementara itu, katanya, 11 guru melaporkan pelaksanaan MBG tidak terlalu mempengaruhi KBM dan bisa berdampak positif jika dikelola dengan baik.

Sebagai informasi, laporan diajukan guru-guru pelapor dari sejumlah provinsi di Indonesia, yang jumlahnya didominasi guru berstatus PPPK dan guru honorer yang masing-masing 62 orang. 

Kemudian 26 guru ASN, 19 orang lainnya, dan 4 guru kontrak.

Adapun rentang waktu pengumpulan data dilakukan sejak 9 Maret hingga 16 April 2026.

Hasil Survei Indikator Politik Indonesia Soal MBG

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved