Jumat, 10 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

BMKG Catat 11 Kali Gempa Susulan usai Gempa M7,6 di Bitung-Ternate

BMKG mencatat ada 11 kali gempa susulan yang terjadi setelah gempa berkekuatan M7,6 mengguncang Ternate, Maluku Utara dan Bitung, Sulawesi Utara.

Penulis: Sri Juliati
Editor: Suci BangunDS
HO/IST/Tribun Manado/Rhendi Umar
GEMPA BUMI - Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). BMKG mencatat ada 11 kali gempa susulan yang terjadi setelah gempa berkekuatan M7,6 mengguncang Ternate, Maluku Utara dan Bitung, Sulawesi Utara. 

Sementara status WASPADA juga berlalu di:

  • Kepulauan Sangihe
  • Minahasa Utara Bagian Utara
  • Bolaangmongondow Bagian Selatan. 

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami telah terdeteksi di:

  • Halmahera Barat, Maluku Utara pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0.30 m
  • Bitung, Sulawesi Utara pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0.20 m
  • Sidangoli, Maluku Utara pada pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0.35 m
  • Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada pukul 06.18 WIB dengan ketinggian 0.75 m
  • Belang, Sulawesi Utara pada pukul 06.36 WIB dengan ketinggian 0.68 m

Sementara itu, dari temuan di lapangan, dikutip dari TribunManado.co.id, fenomena perubahan muka air laut sempat terjadi usai gempa.

Di Pulau Bangka tepatnya di Lihunu, Minahasa Utara, air laut dilaporkan naik lalu turun drastis.

Sementara di Lembeh dan pintu masuk Kota Bitung, air laut terinformasi naik dengan cepat hingga mencapai badan jalan. 

Masih di Lembeh kota kecil, air laut dikabarkan alami penyusutan secara tak biasa.

Sebaliknya, di Belang, air laut justru surut secara ekstrem.

Daftar Kerusakan usai Gempa

Sementara itu, dampak awal yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate

Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan. 

Sementara itu, di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Masih di TribunManado.co.id, kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Sulawesi Utara.

Dinding RS Siloam Manado mengalami retak akibat guncangan. Selain itu, plafon Gereja Katolik Paroki Bhky Rumengkor runtuh.

Gereja Jemaat Imanuel Bitung juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Kota Manado, rumah warga di Kelurahan Banjer Lingkungan II mengalami kerusakan, disertai laporan perabot rumah tangga yang rusak akibat guncangan.

Fasilitas umum tak luput dari dampak. Gedung olahraga milik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Manado dilaporkan mengalami kerusakan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved