PP ISNU Nilai Kebijakan Prabowo Menahan Harga BBM Jaga Stabilitas Ekonomi
PP ISNU dukung keputusan Prabowo Subianto tahan harga BBM demi jaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional.
"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo.
Keputusan tersebut kata Prasetyo diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi khususnya Kementerian ESDM dan BUMN Pertamina. Presiden Prabowo kata Prasetyo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM.
"Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," katanya.
Prasetyo berharap masyarakat tidak panik. Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan BBM mencukupi dan harga tidak mengalami kenaikan.
"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," pungkasnya.
Baca juga: Pemerintah Tahan Harga BBM, Solusi Jangka Pendek, Ekonom Ingatkan Risiko Fiskal Mengintai
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 (Jakarta dan sekitarnya):
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Pertamax: Rp12.300/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
- Biosolar (Subsidi): Rp6.800/liter
- Dexlite: Rp14.200/liter
- Pertamina Dex: Rp14.500/liter
- Pertamax (Pertashop): Rp12.200/liter
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga energi dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.