Rabu, 29 April 2026

PP ISNU Nilai Kebijakan Prabowo Menahan Harga BBM Jaga Stabilitas Ekonomi

PP ISNU dukung keputusan Prabowo Subianto tahan harga BBM demi jaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama mendukung kebijakan Prabowo Subianto yang menahan harga BBM
  • Langkah ini dinilai menjaga daya beli, menekan inflasi, serta memperkuat stabilitas ekonomi dan sosial di tengah tekanan global.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan global.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga energi dunia.

Ketua Umum PP ISNU Kamaruddin Amin menyebut keputusan tersebut sebagai langkah strategis yang mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada rakyat di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Keputusan Presiden Prabowo menahan harga BBM adalah bukti nyata keberpihakan kepada rakyat. Ini bukan langkah mudah di tengah tekanan global, tetapi menunjukkan ketegasan dan keberanian kepemimpinan nasional,” ujar Prof. Kamaruddin dalam keterangannya Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kebijakan itu berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan potensi kenaikan inflasi, termasuk menjaga stabilitas harga pangan dan biaya logistik.

Baca juga: Pakistan Gratiskan Transportasi Umum tapi Naikkan Harga BBM hingga 54 Persen

Sementara itu, Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik, menilai kebijakan tersebut juga sejalan dengan langkah pemerintah dalam mendorong efisiensi energi nasional sebagai bagian dari strategi menghadapi potensi krisis global.

“Pemerintah tidak hanya fokus pada kondisi saat ini, tetapi juga mulai memperkuat fondasi kemandirian energi nasional melalui pengendalian konsumsi dan optimalisasi anggaran serta produksi dalam negeri,” tambahnya.

Ia menambahkan, penahanan harga BBM yang dibarengi dengan penguatan subsidi energi serta perlindungan bagi masyarakat rentan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial.

“Di tengah tekanan global, pemerintah hadir sebagai stabilisator. Kebijakan ini tidak hanya melindungi ekonomi nasional, tetapi juga menjaga ketenangan dan daya tahan sosial masyarakat,” kata Wardi.

 

Selain itu, PP ISNU juga menyoroti konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap berpegang pada prinsip bebas aktif.

Pemerintah dinilai mampu menjaga posisi strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

“Kami melihat Indonesia tetap berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia tanpa terjebak dalam polarisasi geopolitik. Ini penting bagi posisi strategis Indonesia ke depan,” ujarnya.

PP ISNU menilai kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menghadapi situasi global saat ini menunjukkan pendekatan yang terukur serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Baca juga: Industri Otomotif Apresiasi Strategi Pemerintah Pertahankan Harga BBM

Sebelumnya, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak akan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik itu subsidi maupun non subsidi. Hal itu disampaikan Prasetyo melalui pesan tertulis, Senin, (31/3/2026).

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo.

Keputusan tersebut kata Prasetyo diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi khususnya Kementerian ESDM dan BUMN Pertamina. Presiden Prabowo kata Prasetyo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM.

"Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," katanya.

Prasetyo berharap masyarakat tidak panik. Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan BBM mencukupi dan harga tidak mengalami kenaikan.

"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," pungkasnya.

Baca juga: Pemerintah Tahan Harga BBM, Solusi Jangka Pendek, Ekonom Ingatkan Risiko Fiskal Mengintai

Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 (Jakarta dan sekitarnya):

  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Pertamax: Rp12.300/liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
  • Biosolar (Subsidi): Rp6.800/liter
  • Dexlite: Rp14.200/liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500/liter
  • Pertamax (Pertashop): Rp12.200/liter

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga energi dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved