Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum tapi Naikkan Harga BBM hingga 54 Persen

Pemerintah Pakistan menggratiskan transportasi umum di tengah kondisi konflik di Iran. Namun, juga menaikkan harga BBM hingga 50 persen.

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Pakistan menggratiskan biaya transportasi umum dalam rangka menghadapi ancaman krisis energi imbas dari konflik di Iran.
  • Namun, di saat yang bersamaan, harga BBM di negara tersebut dinaikkan hingga 54 persen.
  • Hingga hari ini, Pakistan menjadi negara ke-13 di dunia yang tercatat menaikkan harga BBM imbas konflik di Iran.
  • Sementara, beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, hingga Singapura juga telah menaikkan harga BBM.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Pakistan mengumumkan dua kebijakan dalam rangka menyikapi krisis energi imbas konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Dua kebijakan ini pun bisa dikatakan bertolak belakang.

Adapun kebijakan pertama yakni menggratiskan transportasi umum bagi masyarakat selama sebulan.

Dikutip dari Islamabad Post, Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi mengatakan langkah ini sejalan dengan arahan Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif untuk meringkankan beban masyarakat.

Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan demi memberikan bantuan keuangan kepada para pengguna komuter, pelajar, dan keluarga kelas pekerja yang bergantung pada layanan transportasi umum.

Pasca adanya pengumuman tersebut, Gubernur Provinsi Punjab, Sardar Saleem Haider Khan telah melakukan kebijakan tersebut.

Di sisi lain, Gubernur Provinsi Sindh, Nehal Hasmi juga memberikan subsidi sebesar 2.000 rupee Pakistan atau Rp121 ribu untuk seluruh pengendara motor.

Baca juga: AS dan Sekutunya Gigit Jari, Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Dulu

Namun, kebijakan kedua dari pemerintah Pakistan bertolak belakang dengan kebijakan pertamanya yakni menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dilansir Reuters, harga baru untuk BBM di Pakistan yakni bensin menjadi 458,4 rupee (Rp27.917) per liter atau naik 42,7 persen.

Sementara, harga solar menjadi 520,35 rupee (Rp31.717) per liter atau naik hampir 55 persen.

"Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dengan mempertimbangkan anggaran yang ada untuk memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat."

"Namun terpaksa harus menaikkan harga tersebut karena sumber daya terbatas dan saat ini kami belum melihat tanda-tanda berakhirnya perang ini," ujar Menteri Energi Pakistan, Ali Pervaiz Malik, pada Kamis.

Kebijakan ini mulai dilakukan pada Jumat hari ini.

Sebagai informasi, Pakistan memang menjadi negara yang bergantung pada pasokan minyak dan gas (migas) dari Timur Tengah.

Konflik antara Iran dengan AS dan Israel berdampak pada pasokan migas ke negara tersebut lantaran Selat Hormuz berujung ditutup.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved