Minggu, 3 Mei 2026

Profil dan Sosok

Profil Rivqy Abdul Halim, Anggota DPR yang Soroti Beban BBM dan Keuangan Pertamina

Berikut profil dan harta kekayaan Rivqy Abdul Halim, Anggota Komisi VI DPR RI yang soroti kebijakan penahanan harga BBM.

Tayang:
Penulis: Falza Fuadina
Editor: Nuryanti
Tribunnews.com/Handout
PROFIL RIVQY ABDUL – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim, dalam rapat kerja di Gedung DPR RI, Jakarta, belum lama ini. 

Rivqy Abdul Halim lahir di Jombang, Jawa Timur pada 19 Desember 1987.

Ia adalah putra dari pasangan Lilik Umi Nashiah dan Abdul Halim Iskandar, yang pernah menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT).

Rivqy juga merupakan keponakan dari Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Rivqy memiliki pengalaman di sektor minyak dan gas (migas).

Ia tercatat pernah berkarier di PT Pertamina (Persero), Analyst LNG & CNG Infrastructure, dan Komisaris PT Elnusa Petrofin (EPN).

Setelah itu, Rivqy melebarkan sayapnya ke dunia politik.

Ia berhasil duduk di kursi Anggota DPR-RI untuk periode 2024-2029 melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan perolehan 96.564 suara.

Selain itu, pria asal Jombang ini aktif dalam berorganisasi.

Ia pernah menjadi Ketua DKN Garda Bangsa (2015-2020) dan Wakil PW GP Ansor DKI Jakarta (2020-2022).

Pendidikan:

  • SMA Negeri 2 Jombang (2002-2005)
  • Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia (2006-2011)

Non Formal:

  • Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur
  • Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Bantul, Yogyakarta

Karier:

  • PT Pertamina (Persero)
  • Analyst LNG & CNG Infrastructure
  • Komisaris PT Elnusa Petrofin (EPN)

Organisasi:

  • Bendahara PMII UII (2006-2008)
  • Humas Forum Silaturahmi Mahasiswa 165 DIY (2006-2007)
  • Ketua DKN Garda Bangsa (2015-2020)
  • Anggota Serikat Pekerja PT Pertamina Gas (2013-2022)
  • Wakil PW GP Ansor DKI Jakarta (2020-2022)

Harta Kekayaan

Rivqy Abdul Halim tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp39.916.829.094 atau Rp39,9 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 13 Maret 2026.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved