Polemik Saiful Mujani
Narasi Lengserkan Presiden Disorot, Fokus Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Jadi Perhatian
Sandri Rumanama menyoroti munculnya narasi pelengseran Presiden RI Prabowo Subianto di media sosial.
Ringkasan Berita:
- Sandri Rumanama menilai isu ajakan menjatuhkan Prabowo Subianto sebagai upaya membangun opini dan berpotensi memicu instabilitas nasional.
- Sandri menduga keterlibatan aktivis, mahasiswa, dan NGO dalam menciptakan “kondisi chaos”, serta mengajak masyarakat bersatu mendukung pemerintah di tengah tantangan global.
- Saiful Mujani sebelumnya mengkritik Prabowo dan menyebut opsi “menjatuhkan” di luar jalur formal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, Sandri Rumanama menyoroti munculnya narasi pelengseran Presiden RI Prabowo Subianto di media sosial.
Sandri pun menilai, narasi yang sengaja dibangun untuk membentuk opini sekaligus memicu instabilitas nasional menjelang pertengahan tahun 2026.
Ia pun menduga, terdapat pola sistematis yang melibatkan sebagian aktivis, mahasiswa hingga organisasi non-pemerintah (NGO) untuk menciptakan kondisi chaos.
“Aktivis, mahasiswa, dan sejumlah NGO seolah melakukan cipta kondisi untuk memicu kekacauan, sehingga mendelegasikan legitimasi pemerintah yang sah merupakan perbuatan inskonstitusional dan akan kami lawan,” kata Sandri, Rabu (8/4/2026).
Sandri mengatakan bahwa saat ini semua komponen anak bangsa jarus bersatu memberikan mendukung kepada pemerintah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo terus bekerja keras menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penguatan ekonomi nasional hingga dinamika global seperti krisis energi dan ketidakpastian geopolitik.
"Presiden lagi bekerja dengan berbagai persoalan dan dinamika politik global yang sangat dinamis, harusnya kita memberikan dukungan penuh bukan menciptakan kegaduhan politik yang akan merugikan rakyat kita,” tegasnya.
Sebelumnya, Peneliti Saiful Mujani sebelumnya melontarkan kritikan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dalam video ceramah Saiful Mujani yang diunggah akun Instagram @leveenia dan kanal Youtube Sociocorner, Saiful berbicara mengenai cara menjatuhkan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan cara prosedur formal pemakzulan tidak akan efektif menghadapi Prabowo.
“Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment itu. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.
“Kalau nasihati Prabowo tidak bisa juga. Bisanya hanya bisa dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, tapi bukan menyelamatkan Prabowo, melainkan menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ujarnya.
Dalam akun X, Saiful Mujani juga mengkritik program unggulan Presiden Prabowo. Ia mengatakan program Presiden sekarang ini merupakan politik gentong babi.
Politik gentong babi adalah politik cara petahana dengan menggelontorkan dan mengalokasikan sejumlah dana, untuk tujuan tertentu, biasanya untuk Pemilu agar terpilih kembali.
“Bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini,” tulis Mujani dalam akun X.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sandri-rumanama-smmi.jpg)