Reshuffle Kabinet
Isu Bongkar Pasang Kabinet Muncul Lagi, Pengamat: Reshuffle Kali Ini Jadi Ujian bagi Pemerintah
Isu reshuffle kabinet kembali menguat dalam beberapa hari terakhir, seiring dengan dinamika politik yang semakin kompleks jelang pertengahan tahun.
Sebelumnya kabar perombakan atau reshuffle kembali mengemuka setelah libur Lebaran 2026.
Isu perombakan kabinet jilid VI ini sebelumnya santer akan dilakukan Presiden pada Februari lalu setelah Thomas Djiwandono bertukar posisi dengan Juda Agung, dari posisi Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Awalnya reshuffle akan dieksekusi pada Januari sepulang dari lawatan luar negeri yakni Inggris dan London.
Perombakan kabinet yang rencananya akan dilakukan Presiden, diisukan akan menyasar lebih dari lima Kementerian.
Perombakan atau Reshuffle semakin menguat setelah adanya tukar guling antara Thomas Djiwandono dengan Juda Agung.
Namun pelantikan Wamenkeu dilakukan lebih dulu.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menanggapi isu perombakan kabinet atau reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyatakan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Prabowo.
Doli meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi berlebihan karena Presiden Prabowo yang paling memahami kebutuhan kabinet di tengah situasi geopolitik internasional saat ini.
"Kalau namanya reshuffle kabinet itu kan kewenangan mutlak atau apa namanya, hak prerogatif privilege-nya Pak Presiden, Pak Prabowo, gitu loh," ujar Doli di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (6/4/2026).
Menurut Doli, Presiden Prabowo memiliki penilaian tersendiri mengenai dampak situasi global terhadap kondisi dalam negeri sebelum mengambil langkah strategis.
"Nah tentu beliau yang paling bisa menilai ya. Apakah situasi apapun yang dihadapi termasuk situasi geopolitik internasional sekarang ini apakah punya dampak terhadap Indonesia sehingga memang harus kemudian diambil langkah-langkah termasuk soal reshuffle," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengamat-herry-mendrofa-laks.jpg)