Selasa, 21 April 2026

Ibas: Indonesia Harus Kuat Hadapi Gejolak Global, APBN jadi Pelindung Rakyat

Ibas tegaskan strategi fiskal, energi, dan perlindungan sosial kunci hadapi gejolak global demi stabilitas dan kesejahteraan rakyat

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/HO
GEJOLAK GLOBAL - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Diskusi Kebangsaan bertema “Indonesia di Tengah Gejolak Global: Strategi Fiskal, Energi, dan Perlindungan Rakyat” yang menghadirkan para pakar, akademisi, teknokrat, serta anggota DPR RI dari Komisi XI, Komisi XII, dan Badan Anggaran, Rabu (8/4/2026). 


Sementara itu, Andree Surianta, Ph.D., Asia Freedom Fellow di LSE dan Senior Research and Policy Specialist di CIPS, menekankan pentingnya penguatan fundamental ekonomi melalui mobilisasi produksi, distribusi yang efisien, dan pembiayaan yang berkelanjutan.

Dari sisi geopolitik dan ketahanan nasional, Aisha Rasyidila Kusumasomantri, M.Sc., Direktur Kerja Sama Luar Negeri di Indo-Pacific Strategic Intelligence, mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai skenario disrupsi global, khususnya dalam sektor energi dan pangan. 

Sementara itu, Dionisius Narjoko, Ph.D., Senior Economist di ERIA, menekankan pentingnya penguatan industri manufaktur dan perlindungan sosial.

"Perlu disiapkan adalah jaringan pengaman sosial, serta strategi jangka panjang melalui diversifikasi industri dan kerja sama kawasan," ujarnya.

Hal ini ditambahkan oleh anggota Fraksi Partai Demokrat disisi energi, Sartono, menyoroti pentingnya pembenahan struktural jangka panjang melalui peningkatan produksi energi domestik dan penguatan regulasi.

Diskusi kebangsaan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kesejahteraan rakyat di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Diskusi kebangsaan ini turut dihadiri oleh sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, di antaranya Marwan Cik Asan, Fathi, Wahyu Sanjaya, Sartono, Hasani Bin Zuber, serta Rizki Natakusumah.

Selain itu, hadir pula para narasumber dan pakar, antara lain Hikmahanto Juwana, Yon Machmudi, Andree Surianta, Yayan Satyakti, Dionisius Narjoko, Rudy Laksmono, Fahmi Wibawa, Pihri Buhaerah, Imaduddin Abdullah, Putri W. Alifa Parjuni, Muhammad Syaroni Rofii, Mohammad Faisal, Aisha Rasyidila Kusumasomantri, serta Faisal Kuncoro, yang bersama-sama memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi arah kebijakan Indonesia ke depan.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved