Jumat, 8 Mei 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Ini 16 Sosok Terduga Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus: Ada Pengintai, Pemetaan hingga Eksekutor

Sedikitnya 16 orang tak dikenal yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
KASUS ANDRIE YUNUS - Penampakan 16 sosok orang tak dikenal (OTK) hasil temuan investigasi independen Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tim Advokasi untuk Demokrasi menemukan sedikitnya 16 orang tak dikenal yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
  • Para terduga pelaku terbagi dalam empat kelompok, mulai dari eksekutor, pengintai jarak dekat, jarak jauh, hingga tim koordinasi lapangan berdasarkan analisis rekaman CCTV.
  • TAUD mengumpulkan barang bukti dan telah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri, dengan dugaan pasal percobaan pembunuhan berencana, penganiayaan berat, & tindak pidana terorisme.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap hasil investigasi independen terkait sosok 16 orang tak dikenal (OTK) terduga pelaku yang terlibat aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Investigasi itu dilakukan oleh tim peneliti independen, Ravio Patra berdasarkan  sejumlah hal termasuk rekaman kamera CCTV yang merekam para terduga pelaku.

"Beberapa temuan kami ini didasari terutama pada beberapa hal, termasuk rekaman CCTV yang berhasil kami temukan, yang kami peroleh menggunakan pemetaan terbalik," kata Ravio dalam konferensi bersama TAUD di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ravio mengatakan setidaknya 16 OTK ini dibagi menjadi empat kelompok mulai dari tim pengintaian, koordinasi antar pelaku hingga eksekutor penyiraman air keras di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat terjadi.

"Jadi ada 16 OTK, kami bagi menjadi empat kelompok. Yang pertama adalah kelompok eksekusi: OTK 1, 2, 3, 4, 5. Nanti kita akan lihat. Kedua adalah kelompok pengintai jarak dekat: OTK 6, 7, 8, 9, 10. Tim komando kami curigai adalah orang-orang yang bertugas mengoordinasikan di lapangan, serta pengintai jarak jauh: OTK 14, 15, 16," tuturnya.

Sementara, OTK 11 merupakan pemandu lokal (location scouting); OTK 12 sebagai koordinator lapangan; dan OTK 13 sebagai pemandu lokasi (location scouting).

Meski begitu, ia mengatakan jumlah ini masih belum final dan masih bisa bertambah.

"Ini bukan hasil final karena dengan kemampuan yang terbatas di masyarakat sipil kami tentu tidak bisa me- melihat seluruh Jakarta gitu ya. Jadi ada keterbatasan, ini adalah hasil dari hanya di radius sekitar YLBHI dan TKP," ungkapnya.

Dari pengamatan video rekaman CCTV itu, terlihat sejumlah orang yang diduga terlibat ini sempat terekam berkumpul di beberapa titik mulai di Taman Diponegoro dan di sekitar kantor YLBHI, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan ini, TAUD juga menampilkan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku melakukan tindak pidana.

Barang bukti itu, di antaranya wadah air keras, helm pelaku yang diduga sudah terdampak air keras, hingga 13 sepeda motor dan 2 mobil pelaku. Selain itu, barang bukti milik Andrie seperti helm, tas, pakaian atas, kacamata, dan spidometer motor yang meleleh akibat reaksi air keras.

Selain itu, TAUD sendiri dalam hal ini sudah secara resmi membuat laporan tipe b ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026).

Laporan tersebut teregister LP/B/136/IV/2026/SPK/BARESKRIM POLRI dengan pelapor atas nama Gema Gita Persada.

Adapun dari informasi yang diterima, laporan tersebut menyertakan pasal 459 jo pasal 17 dan/atau pasal 469 ayat (1) jo pasal 470 huruf b tentang percobaan pembunuhan berencana atau penganiayaan berat serta pasal 600 dan/atau pasal 601 dan/atau pasal 602 Jo pasal 612 jo pasal 20 UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang tindak pidana terorisme.

Berikut 16 OTK terduga pelaku hasil investigasi independen:

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved