Senin, 13 April 2026

El Nino Godzilla Picu Cuaca Ekstrem, IDAI Minta Anak Lebih Banyak di Ruangan

Fenomena Godzilla El Nino menjadi pengingat bahwa perubahan iklim tidak bisa dianggap sepele, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
KEGAGALAN IMUNISASI - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan kemunculan kembali campak dan polio pada anak menjadi tanda kegagalan cakupan imunisasi di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (13/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Istilah Godzilla El Nino digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang berdampak pada cuaca ekstrem, baik panas tinggi maupun curah hujan yang meningkat drastis
  • Menurut dr Piprim, langkah paling aman yang bisa dilakukan adalah membatasi aktivitas anak di luar ruangan saat cuaca tidak menentu
  • Pengawasan orangtua menjadi sangat penting agar anak tidak dibiarkan berkeliaran tanpa kontrol di luar rumah

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fenomena Godzilla El Nino yang belakangan ramai dibahas menjadi perhatian serius, terutama bagi kesehatan anak.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang berdampak pada cuaca ekstrem, baik panas tinggi maupun curah hujan yang meningkat drastis.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan orangtua dan sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melindungi anak dari dampak cuaca ekstrem tersebut.

Menurut dr Piprim, langkah paling aman yang bisa dilakukan adalah membatasi aktivitas anak di luar ruangan saat cuaca tidak menentu.

"Iya. Secara umum mungkin sebaiknya anak-anak banyak di dalam ruangan. Pada saat cuaca ekstrem, apakah panas yang tinggi atau curah hujan yang tinggi," ujarnya pada awak media usai acara Penanganan Emergensi pada Anak dan Pelatihan Praktis untuk Jurnalis yang diselenggarakan IDAI di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Sumedang, Ruko Nyaris Ambruk hingga Rumah Warga Tertimpa Tembok

Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak, terutama jika terpapar secara langsung dalam waktu lama.

Karena itu, pengawasan orangtua menjadi sangat penting agar anak tidak dibiarkan berkeliaran tanpa kontrol di luar rumah.

Lebih lanjut, dr Piprim menjelaskan bahwa tubuh anak membutuhkan energi lebih besar untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrem.

Perubahan suhu yang drastis membuat anak lebih cepat lelah dan rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Kondisi ini membuat anak lebih mudah terserang penyakit jika tidak dijaga dengan baik.

Ia menekankan bahwa cuaca ekstrem bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan anak.

Perlengkapan Sederhana Jangan Diabaikan

Selain membatasi aktivitas, perlindungan sederhana seperti penggunaan payung atau jas hujan juga penting.

Saat anak harus keluar rumah, perlindungan ini dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap panas maupun hujan.

Langkah kecil ini sering dianggap sepele, namun memiliki peran besar dalam menjaga kondisi tubuh anak tetap stabil.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved