Bertemu Dubes Arab Saudi, Pimpinan Ponpes Darul Amanah Bahas Peran Pesantren Dorong Perdamaian
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah turut menghadiri acara silaturahmi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amodi.
Di sisi domestik, Fatwa juga mengapresiasi kerja keras pemerintah Indonesia, terutama MPR RI dan Kementerian Agama (Kemenag) selaku otoritas yang menangani urusan haji dan umrah.
Fatwa menilai persiapan teknis, mulai dari pendaftaran, manasik, hingga skema pemberangkatan, telah dilakukan dengan sangat sistematis.
Menutup pernyataannya, Fatwa mendoakan agar seluruh prosesi haji tahun 2026 berjalan lancar.
Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas dengan baik.
"Sinergi antara kedua negara ini adalah berkah bagi jemaah. Kita patut bersyukur dan berharap semua jemaah haji tahun 2026 dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," pungkas Fatwa.
Baca juga: Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Strategis Kebudayaan, Fokus Warisan Dunia dan Ekraf
Kata Muzani
Sementara itu Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menyebut pada kesempatan itu dijadikan wadah untuk menyerap pandangan para kiai terkait situasi Timur Tengah hingga pelaksanaan ibadah haji.
Muzani mengatakan situasi di Timur Tengah menyebabkan RI mengalami berbagai masalah, terutama masalah ekonomi.
"Akibat perang yang berkepanjangan itu, kita rakyat Indonesia dan umat Islam di Indonesia telah mengalami berbagai macam problem terutama berkaitan dengan ekonomi."
"Para ulama, para kiai yang tiap hari berkeluh bersama para santri dan rakyat mengalami situasi itu. Termasuk kita sendiri bertanya apakah musim haji tahun ini bisa diselenggarakan dengan baik," katanya.
Muzani menyatakan bahwa Indonesia secara konsisten mengupayakan jalur diplomatik guna mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Ia menambahkan, pesan tersebut juga telah disampaikan Presiden Prabowo kepada sejumlah pemimpin negara di kawasan tersebut.
"Menjadi kewajiban kita Indonesia dengan politik bebas aktif untuk terus-menerus mencari titik temu dan titik damai agar diplomasi menjadi cara untuk menyelesaikan semua perbedaan."
"Pendirian itu juga disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam banyak hubungan personal dan telepon dengan para pemimpin negara-negara Arab termasuk Iran," tegasnya.
(Tribunnews.com/Gilang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DUBES-ARAB-SAUDAI-HALBI-PONPES-RI.jpg)