Program Makan Bergizi Gratis
Mendikdasmen: MBG Dibagikan Pagi, Siswa Tetap Bisa Jajan di Kantin
Pembagian MBG pada pagi hari, menurut Abdul Mu'ti, memberi kesempatan bagi siswa untuk tetap membeli makanan di kantin pada waktu siang.
Ringkasan Berita:
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa di SMPN 16 Jakarta
- Pembagian MBG pada pagi hari, menurut Abdul Mu'ti, memberi kesempatan bagi siswa untuk tetap membeli makanan di kantin pada waktu siang.
- Menurutnya, siswa tetap memiliki kesempatan untuk membeli makanan di kantin saat jam istirahat siang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa di SMPN 16 Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dalam pantauannya di SMPN 16 Jakarta, Abdul Mu'ti menyikapi pembagian MBG dilakukan pada pagi hari.
Baca juga: Bantah Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Singgung Penjarahan Rumahnya Akibat Hoaks
"Strateginya bagus tadi. Jadi MBG-nya dibagikan pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar, sehingga makanannya masih fresh," ujar Abdul Mu'ti usai Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif di SMPN 16 Jakarta, Senin (20/4/2026).
Pembagian MBG pada pagi hari, menurut Abdul Mu'ti, memberi kesempatan bagi siswa untuk tetap membeli makanan di kantin pada waktu siang.
Menurutnya, siswa tetap memiliki kesempatan untuk membeli makanan di kantin saat jam istirahat siang.
"Mungkin anak-anak yang tidak sempat sarapan di rumah, mereka bisa sekalian sarapan di sekolah. Dan kalau nanti siang mereka masih perlu makan, masih bisa ke kantin. Jadi kantin tetap bisa melayani karena anak-anak sarapannya di pagi hari," katanya.
Baca juga: Kajian KPK Terhadap Program MBG: Penentuan Mitra SPPG Rawan Konflik Kepentingan
Abdul Mu'ti mengatakan program MBG juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.
"Tadi alhamdulillah juga berlangsung dengan tertib, dimulai dengan berdoa, dan ini juga bagian dari MBG tidak sekadar kita membagikan makanan, tapi juga bagian dari penanaman pendidikan karakter," katanya.
Selain itu, Abdul Mu’ti juga sempat mengikuti upacara bendera bersama para siswa.
Ia menegaskan, kegiatan upacara kini menjadi kebijakan wajib di seluruh satuan pendidikan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan pelajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/abdul-muti-soal-sekolah-pasca-bencana-di-aceh-dan-sumatra.jpg)