Jumat, 5 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Mantan Bos Google Akui Gabung GoTo karena Direkrut Bekas Kolega Nadiem, Andre Soelistyo

Caesar mengakui bahwa dirinya pernah bergabung di PT Gojek Tokopedia (GoTo) dan menjabat sebagai Komisaris karena direkrut oleh Andre Soelistyo

Tayang:
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
MANTAN PETINGGI GOOGLE - Kubu Terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim hadirkan 3 mantan petinggi google dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Mantan Petinggi Google Asia Pasifik, Caesar Sengupta membuat pengakuan dalam sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook periode 2019-2022 yang menjerat eks Mendikbudristek Nadiem Makarim. Caesar mengakui bahwa dirinya pernah bergabung di PT Gojek Tokopedia (GoTo) dan menjabat sebagai Komisaris karena direkrut oleh bekas kolega bisnis Nadiem, Andre Soelistyo. 

Ringkasan Berita:
  • Mantan Petinggi Google Asia Pasifik, Caesar Sengupta membuat pengakuan dalam sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook periode 2019-2022
  • Caesar mengakui bahwa dirinya pernah bergabung di PT Gojek Tokopedia (GoTo) dan menjabat sebagai Komisaris karena direkrut oleh bekas kolega bisnis Nadiem, Andre Soelistyo
  • Dia pun mengklaim bahwa semua pendapatan yang dirinya peroleh selama bekerja di GoTo ia sumbangkan untuk kepentingan pengemudi Gojek

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Petinggi Google Asia Pasifik, Caesar Sengupta membuat pengakuan dalam sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook periode 2019-2022 yang menjerat eks Mendikbudristek Nadiem Makarim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).

Caesar mengakui bahwa dirinya pernah bergabung di PT Gojek Tokopedia (GoTo) dan menjabat sebagai Komisaris karena direkrut oleh bekas kolega bisnis Nadiem, Andre Soelistyo.

Baca juga: Eks Petinggi Google Bantah Investasi ke Gojek Sebagai Imbalan dari Pengadaan Chromebook Era Nadiem

Sebagaimana diketahui Nadiem pernah mendirikan GoTo bersama Andrie sebelum dirinya mengundurkan diri pada tahun 2019 karena ditunjuk sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) era Presiden Joko Widodo.

Caesar yang dihadirkan sebagai saksi meringankan oleh kubu Nadiem Makarim awalnya merespons soal tuduhan bahwa bergabungnya dia ke GoTo sebagai bentuk timbal balik atau kick back atas pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek era Menteri Nadiem.

Baca juga: Nadiem Hadirkan 3 Mantan Petinggi Google Terkait Kasus Chromebook, Sidang Digelar Dua Bahasa

"Apakah betul saksi pindah bekerja dari Google ke GoTo sebagai sebagai komisaris sebagai bentuk imbal jasa atau kickback?," tanya tim kuasa hukum Nadiem di ruang sidang.

Mendengar hal itu, Caesar pun membantah tudingan tersebut.

Melalui penerjemah yang dihadirkan di ruang sidang, Caesar menuturkan bahwa dia tidak pernah menerima kompensasi apapun saat bergabung dengan GoTo.

Dia pun mengklaim bahwa semua pendapatan yang dirinya peroleh selama bekerja di GoTo ia sumbangkan untuk kepentingan pengemudi Gojek.

"Itu sama sekali tidak benar. Saya tidak menerima kompensasi apapun dari GoTo dan semua kontribusi saya kemudian disumbangkan untuk dana Gojek Driver Foundation. Jadi itu merupakan satu kontribusi secara sukarela kepada suatu perusahaan yang luar biasa di Indonesia," kata Caesar.

Setelah itu Caesar pun menjelaskan awal mula kenapa dirinya keluar dari Google dan bergabung ke perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim itu.

Caesar menuturkan bahwa dia keluar dari Google sejak tahun 2021 dan mula mendirikan perusahaannya sendiri bernama Artha Finance.

Kata dia perusahaannya itu selama ini beroperasi di dua negara yakni Singapura dan Amerika Serikat.

"Saksi menjelaskan keluar dari Google membuat perusahaan sendiri, itu maksudnya?," tanya kuasa hukum memastikan.

"Bener demikian," ucap Caesar.

"Lalu pada tahun berapa saksi bergabung menjadi komisaris di PT GoTo?," tanya Kuasa hukum.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved