Senin, 27 April 2026

Catatan HAM Amnesty International: Tahun 2025 Jadi Masa Kelam Serangan Predatoris

Usman Hamid mengungkapkan terdapat tren agresif dari aktor-aktor besar yang berupaya meruntuhkan tatanan hukum internasional.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
LAPORAN HAM - Amnesty Internasional memaparkan Laporan Tahunan tentang situasi HAM serta predators aktor-aktor negara dan non negara, termasuk di Indonesia sepanjang tahun 2025-2026, di Grha Oikoumene, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026). Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengungkapkan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.  

"Masyarakat adat terus menjadi tumbal dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena tanpa dialog, tanpa persetujuan, hutan yang mereka rasakan, warga diskriminalisasi di tanah mereka sendiri atas nama pembangunan," ungkapnya.

Papua kembali menjadi catatan paling kelam dalam laporan Amnesty tahun ini. 

Disebutkan bahwa penggunaan pendekatan militeristik di Bumi Cendrawasih belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan justru terus memakan korban jiwa dari pihak sipil. 

Teranyar adalah operasi militer di Papua yang menyebabkan lima orang warga sipil meninggal.

Menurut Usman, pendekatan militer di Papua justru malah melahirkan siklus kekerasan baru, alih-alih menjaga kondusivitas.

"Papua masih menjadi titik panas di mana pelanggaran HAM yang tidak kunjung usai, pendekatan militeristik yang membabi buta justru malah melahirkan siklus kekerasan yang baru," kata Usman. 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved