Catatan HAM Amnesty International: Tahun 2025 Jadi Masa Kelam Serangan Predatoris
Usman Hamid mengungkapkan terdapat tren agresif dari aktor-aktor besar yang berupaya meruntuhkan tatanan hukum internasional.
"Masyarakat adat terus menjadi tumbal dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena tanpa dialog, tanpa persetujuan, hutan yang mereka rasakan, warga diskriminalisasi di tanah mereka sendiri atas nama pembangunan," ungkapnya.
Papua kembali menjadi catatan paling kelam dalam laporan Amnesty tahun ini.
Disebutkan bahwa penggunaan pendekatan militeristik di Bumi Cendrawasih belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan justru terus memakan korban jiwa dari pihak sipil.
Teranyar adalah operasi militer di Papua yang menyebabkan lima orang warga sipil meninggal.
Menurut Usman, pendekatan militer di Papua justru malah melahirkan siklus kekerasan baru, alih-alih menjaga kondusivitas.
"Papua masih menjadi titik panas di mana pelanggaran HAM yang tidak kunjung usai, pendekatan militeristik yang membabi buta justru malah melahirkan siklus kekerasan yang baru," kata Usman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Laporan-HAM-Amnesty-Internasional.jpg)