Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Bisa Berkomunikasi Sangat Lancar, Mulai Pulih
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya mengungkapkan kondisi terbaru Andrie Yunus.
Ringkasan Berita:
- Kondisi aktivis Andrie Yunus dilaporkan mulai membaik dan pulih setelah disiram air keras sekitar sebulan yang lalu.
- Andrie dirawat di RSCM dan telah menjalani lima kali operasi.
- Meski demikian, penglihatannya terancam menurun drastis.
TRIBUNNEWS.COM – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya mengungkapkan kondisi terbaru Andrie Yunus, aktivis KontraS yang disiram air keras oleh sejumlah anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Saat ini Andrie dirawat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Dimas menilai layanan RSCM sangat baik. Para tenaga kesehatan berusaha semaksimal mungkin dalam menangani Andrie.
“Diagnosis awal cukup mengkhawatirkan kami sebenarnya karena dokter bilang bahwa ada luka bakar 20 persen di bagian kanan, di mana itu ada beberapa bagian kulit yang harus ditanam atau dicangkok menggunakan bagian kulit lainnya,” kata Dimas dalam siniar di kanal YouTube Novel Baswedan, Rabu, (22/4/2026).
Menurut Dimas, pada saat itu yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi mata Andrie. Ada kerusakan 40 persen di kornea dan tingkat kerusakan tiga dari skala empat sehingga masuk kategori parah.
Dimas berkata Andrie sudah menjalani lima operasi sejak disiram air keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB, di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, saat pulang dari kantor YLBHI.
“Terakhir sudah ada lima operasi, dan tim dokter terakhir melakukan asesmen bahwa penetrasi zat aliran keras di bagian mata itu melelehkan dinding bola matanya,” ucap Dimas.
Kata Dimas, ada kemungkinan buruk yang mengancam Andrie, yakni penglihatannya akan menurun drastis.
“Kami kemarin juga meminta kepada tim dokter untuk mengupayakan supaya tidak kena retinanya. Apabila kena retinanya, sepertinya harapan untuk dapat melihat sempurna itu jadi pupus,” ucap dia.
Dia mengatakan tim dokter sudah menjelaskan bahwa belum ada penetrasi sampai ke retina. Penetrasi baru sampai ke dinding bola matanya. Adapun pupil mata Andrie sudah tidak berbentuk bulat.
Tim dokter juga sudah melakukan beberapa kali pemindahan sel punca dari mata kiri ke mata kanan. Di samping itu, tim dokter berkonsultasi dengan sejumlah tim dokter di negara lain demi meminta saran.
“Kondisinya (Andrie) sekarang sudah relatif membaik. Berkomunikasi sudah sangat lancar meskipun karena efek setelah operasi itu, dia masih kesusahan berbicara karena ada beberapa bagi pascaoperasi jahitannya itu masih membuat dia kaku berbicara,” ujar Dimas menjelaskan.
Baca juga: Komnas HAM Segera Surati Pengadilan Militer Untuk Gali Keterangan 4 Tersangka Penyerang Andrie Yunus
Dimas mengatakan beberapa waktu lalu Andrie telah bersurat kepada sejumlah orang, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto, hakim Mahkamah Konstusi, dan kawan-kawannya.
“Artinya, kondisi Andrie Yunus perlahan mulai stabil, mulai pulih, kita doakan kondisi matanya semakin membaik, kondisi kesehatan badannya juga semakin membaik,” kata Dimas.
KontraS mempertanyakan motif penyiraman
Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta Kolonel Chk Andri Wijaya menyebut motif serangan air keras terhadap Andrie Yunus adalah dendam pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Andrie-Yunus-diserang-air-keras.jpg)