Perjuangan Suherlan: Dari Rumah ke Barak, Tinggalkan Keluarga demi Latihan Komcad 45 Hari
Awalnya ia mengaku merasa berat mengikuti pelatihan yang akan digelar selama kurang lebih 45 hari itu karena keluarga.
Ringkasan Berita:
- 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 55 Kementerian dan Lembaga resmi mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I 2026
- Satu di antaranya adalah ASN asal Sukabumi Jawa Barat, Suherlan Maulana, dari Kementerian Sosial Republik Indonesia
- Awalnya ia mengaku merasa berat mengikuti pelatihan yang akan digelar selama kurang lebih 45 hari itu karena keluarga
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 55 Kementerian dan Lembaga resmi mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I 2026 dalam upacara yang digelar di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Satu di antaranya adalah ASN asal Sukabumi Jawa Barat, Suherlan Maulana, dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Baca juga: Kabacadnas Pastikan 2.000 ASN Komcad Bakal Latihan Menembak dan Tempur Terbatas Selama 1,5 Bulan
Selain program pemerintah, ia mengaku salah satu motivasinya mengikuti pelatihan itu adalah melatih kedisiplinan dalam bekerja.
Awalnya ia mengaku merasa berat mengikuti pelatihan yang akan digelar selama kurang lebih 45 hari itu karena keluarga.
Baca juga: 500 ASN Pemprov Sulsel Ikuti Latsarmil Komcad 2026, Kalteng Hingga Kepri Siap-Siap
Bahkan, lanjut dia, anak dan istrinya sempat tidak mendukung ia mengikuti pelatihan itu.
"Awalnya sangat berat karena anak istri pun berat, tidak mendukung. Tapi dengan, betul Pak, dengan kita berikan pemahaman, akhirnya orang tua, anak, istri juga mendukung, mengikhlaskan," ucap Suherlan usai upacara.
Suherlan mengungkapkan untuk mengikuti pelatihan itu dirinya melakukan persiapan khususnya terkait fisik dan mental.
Selain itu, sudah sekira 10 hari sejak 13 April 2026 ia tidak pulang karena harus mengikuti tahapan-tahapan seleksi di Wingdik 500 Atang Senjaya Kabupaten Bogor.
"Namun ada kelonggaran dari pihak Wingdik, itu keluarga boleh menjenguk ke pelatihan," pungkasnya.
Selain Suherlan, ada juga Bela.
Bela adalah ASN dari Kementerian Pertahanan RI.
Ia mengaku mengikuti pelatihan itu sebagai aksi nyata bela negara sebagai warga negara yang baik.
Dia juga mengaku mendapatkan dukungan dari keluarga dan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan itu.
"Persiapan khusus untuk jasmani yang fit, seperti kebutuhan sehari-hari. Belajar juga tentang mental ideologi karena kan sebagai warga sipil kami kan baru ya mengikuti seperti ini," ucap Bela.
Selain itu ASN dari Basarnas, Pambudi, juga menyampaikan hal senada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Komponen-Cadangan-ASN_3.jpg)