Sabtu, 25 April 2026

AJI Ungkap 3 Isu Liputan yang Berisiko Bagi Jurnalis: MBG, PSN, dan Andrie Yunus

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memetakan sejumlah isu liputan yang paling berisiko bagi jurnalis di Indonesia.

Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
KASUS ANDRIE YUNUS - Diskusi bertema Militerisme, Kekerasan, dan Impunitas di Rumah Belajar ICW, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memetakan sejumlah isu liputan yang paling berisiko bagi jurnalis di Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • AJI sebut tiga isu liputan yang kerap memicu kekerasan terhadap jurnalis
  • AJI sebut kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia terjadi secara konsisten setiap tahun
  • Kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia terjadi secara konsisten setiap tahun

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memetakan sejumlah isu liputan yang paling berisiko bagi jurnalis di Indonesia.

Terutama yang bersinggungan dengan kekuasaan.

Ketua Umum AJI, Nany Afrida, menyebut ada tiga isu utama yang kerap memicu kekerasan di lapangan, di antaranya Program makan bergizi gratis (MBG), Proyek Strategis Nasional (PSN), dan keadilan sosial.

“Jadi dari tiga kasus yang paling berat kami laporkan saat ini menurut data, itu yang pertama MBG, itu berat," kata Nany saat jadi pembicara dalam diskusi 'Militerisme, Kekerasan, dan Impunitas' di Rumah Belajar ICW, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

"Yang kedua PSN, Proyek Strategis Nasional, itu juga jadi tantangan buat kami. Dan yang ketiga kasus yang menimpa Andrie Yunus salah satunya, social justice,” jelasnya.

Baca juga: AJI Kritik Perjanjian Perdagangan RI-AS, Nany Afrida: Media Bisa Dikuasai Asing

Dalam praktiknya, lanjut Nany, peliputan dalam isu-isu tersebut kerap diwarnai intimidasi hingga kekerasan fisik terhadap jurnalis.

AJI menilai tingginya risiko tersebut menunjukkan bahwa kerja jurnalistik masih menghadapi tekanan serius, terutama saat menyentuh isu-isu strategis dan sensitif.

Nany juga membeberkan ihwal kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia terjadi secara konsisten setiap tahun.

Baca juga: AJI Indonesia: Presiden Prabowo Matikan Media Lewat Tangan Amerika

Dalam catatan AJI, jumlah kasus berada di kisaran 50 hingga 60 per tahun.

Jika dirata-ratakan, angka tersebut setara dengan sekitar empat hingga lima kasus setiap bulan.

"Tidak pernah dalam satu tahun itu tidak ada kekerasan," pungkas Nany.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved