Hari Buruh
Peringatan May Day Diharapkan Berlangsung Tertib demi Kepentingan Bersama
Peringatan May Day setiap 1 Mei merupakan simbol perjuangan kaum buruh dalam menuntut hak dan kesejahteraan.
Dalam pandangannya, terdapat sejumlah langkah penting yang perlu diperhatikan bersama. Pertama, penguatan penegakan hukum secara tegas dan adil tanpa pandang bulu.
Kedua, pembinaan organisasi buruh agar lebih profesional dan bertanggung jawab. Ketiga, peran pengusaha sebagai mitra strategis yang memandang buruh sebagai aset utama.
Keempat, pemerintah sebagai penyeimbang yang adil dalam hubungan industrial. Kelima, tindakan tegas dan terukur dari aparat penegak hukum dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.
“May Day bukan sekadar panggung menyampaikan tuntutan, tetapi cermin kedewasaan bangsa dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan dan ketertiban. Kesejahteraan buruh dan keamanan negara tidak boleh dipertentangkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ketegasan aparat dalam menghadapi tindakan yang melanggar hukum.
“Negara tidak boleh ragu. Setiap tindakan anarkis harus dihadapi dengan sikap tegas dan terukur. Ketegasan itu bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memastikan hukum tetap menjadi panglima,” tegasnya.
Untuk itu, Bimo mengingatkan bahwa tujuan seluruh pihak adalah sama yakni mewujudkan kesejahteraan bersama.
Buruh yang sejahtera akan meningkatkan daya beli, pengusaha yang berkembang membuka lapangan kerja, dan negara yang stabil akan menarik investasi.
“May Day seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan konfrontasi. Jika semua pihak menjalankan perannya dengan baik, maka kesejahteraan dan keamanan dapat berjalan beriringan,” kata Bimo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Suasana-terkini-di-depan-Gedung-DPRMPR-RI-Senayan-may-day-2026.jpg)