Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Ruang Sidang Memanas, Jaksa dan Pengacara Nadiem Makarim Adu Mulut di Kasus Chromebook
Tak berselang lama, satu dari sejumlah anggota dari tim JPU memotong proses tanya-jawab yang tengah berlangsung.
Selanjutnya, Agung menyampaikan kepada hakim bahwa dia menjawab hal-hal yang sesuai dengan keilmuan yang dia kuasai.
Adapun pada akhir perkataannya, Agung menyelipkan permintaan kepada para pihak untuk menghromati dia sebagai ahli yang dihadirkan dalam persidangan.
"Baik, Yang Mulia. Saya dari tadi sudah menyampaikan saya hanya menjawab yang sesuai dengan yang saya kuasai. Saya cukup menguasai bidang itu saudara. majelis yang terhormat. Dan dibuktikan saya membantu Kejaksaan ini dulu cukup besar bantuan saya. Tolong juga hormati saya," ucap Agung.
Baca juga: Jaksa Sebut Nadiem Sempat Hadir di Sidang Chromebook dengan Tangan Seolah-olah Diinfus
Mendengar perkataan Agung, jaksa pria itu menyinggung ahli yang sempat meminta untuk dihormati. Ia lantas mempertanyakan siapa pihak yang tidak menghormati ahli Agung, sehingga mengucapkan permintaan untuk "dihormati".
"Saudara ahli, siapa yang tidak menghormati saudara?" tanya jaksa kepada Agung.
Tiba-tiba satu dari advokat lain dari tim pengacara Nadiem, Ari Yusuf Amir, meyebut sikap jaksa pria itu kepada ahli Agung tidak patut dilakukan.
Ari mengatakan hal itu dengan intonasi suara yang meninggi. Ia tampak emosi.
"Nyela. Sikap Anda (jaksa)! Ngomongnya tidak patut," ucap Ari marah.
Jaksa menanggapi pengacara Nadiem itu dengan mengatakan sikap Ari yang justru tidak sopan.
"Enggak sopan Anda!" kata jaksa marah.
Ari sempat menjauh dari mikrofon sambil mengatakan, "Anda kalau mau, Anda yang sopan dong, kita ngomong baik-baik. Kalau sial kencang-kencangan, kita bisa kencang-kencangan!" kata Ari masih dengan nada yang meninggi.
"Anda kayak anak kecil," ucap jaksa pria itu kepada Ari.
Mengetahui terjadi adu mulut antara mereka, hakim Purwanto lantas meminta keduanya diam.
"Sebentar. Hei, diam! Penuntut umum diam," kata hakim.
Jaksa masih melemparkan perkataan kepada Ari, "Ribut Anda. Dikira saya takut sama kamu," ucap jaksa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/adu-mulut-sidangggg-nadiem.jpg)