Kamis, 7 Mei 2026

BREAKING NEWS: Tol Bocimi KM 72 Longsor, Akses Menuju Jakarta Ditutup Total

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan longsor di ruas Jalan Tol Bocimi.

Tayang:
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
LONGSOR- Foto ini adalah lokasi Longsor yang terjadi Jalan Tol Bocimi 2024 silam. Hari ini hujan deras kembali menyebabkan longsor di ruas tol Bocimi. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras berintensitas tinggi mengguyur Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (6/5/2026) sore, memicu longsor di Jalan Tol Bocimi KM 72 wilayah Parungkuda
  • Material tanah dari tebing ambrol menutup sebagian badan jalan, sehingga akses kendaraan dari arah Parungkuda menuju Bogor dan Jakarta ditutup total demi keselamatan.
  • Longsoran berupa tanah merah dan vegetasi menutupi jalur utama, membuat sejumlah kendaraan terjebak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan longsor di ruas Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Kilometer 72, Rabu (6/5/2026) sore.

Material tanah dari tebing ambrol dan menutup sebagian badan jalan, memaksa pengelola menutup total akses kendaraan dari arah Parungkuda menuju Bogor dan Jakarta demi keselamatan operasional.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.53 WIB ini berlokasi di wilayah Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, tepat di dekat box underpass (BUP).

Longsoran berupa tanah merah dan vegetasi meluap hingga menutupi lajur utama, menyebabkan sejumlah kendaraan sempat terjebak dan tidak dapat melintas.

Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan tumpukan material tanah yang cukup masif menutup jalur B (arah Jakarta), sehingga arus lalu lintas dari Sukabumi terhenti sepenuhnya.

Sebagai langkah darurat, pihak kepolisian bersama pengelola tol melakukan pengalihan arus lalu lintas secara besar-besaran.

Kendaraan yang sudah terlanjur masuk ke jalur tol diarahkan untuk keluar melalui gerbang tol terdekat.

Peristiwa longsor di ruas Bocimi sendiri bukan kali pertama terjadi. Secara umum, kejadian serupa di kawasan ini kerap dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan tanah menjadi labil.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya juga mengidentifikasi wilayah tersebut sebagai zona kerentanan gerakan tanah menengah, sehingga rawan mengalami longsor saat curah hujan tinggi.

Sumber: Tribun Jabar

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved