PMI: Kebutuhan Darah Secara Nasional Capai 5,6 Juta Kantong per Tahun
Kegiatan donor darah terus dilakukan di berbagai daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah nasional.
Dari kegiatan tersebut, terkumpul sebanyak 52 kantong darah. Kepala UPTD Puskesmas Jangka, Mursal, menyebut partisipasi masyarakat cukup tinggi, meski tidak semua calon pendonor dapat mengikuti proses karena faktor kesehatan.
“Banyak warga yang datang, namun sebagian tidak memenuhi syarat, seperti kadar hemoglobin rendah atau kondisi kesehatan lainnya,” ujarnya.
Kegiatan donor darah di berbagai daerah ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan stok darah, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan.
Donor darah di Bangka Tengah
Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) bersama PMI menggelar aksi kemanusiaan donor darah di RSUD Drs. H. Abu Hanifah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol perayaan hari besar nasional, tetapi juga langkah strategis pemerintah daerah untuk mengatasi kekosongan stok darah yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, hadir langsung meninjau proses donor darah tersebut. Turut mendampingi dalam kegiatan ini Ketua DPRD Bangka Tengah serta Kepala RSUD Drs. H. Abu Hanifah.
Kondisi stok darah yang kosong menjadi perhatian serius bagi Ketua PMI Bangka Tengah, Maya Dwie Kusumah.
Ia mengungkapkan bahwa selama beberapa hari ke belakang, PMI mengalami kesulitan luar biasa dalam memenuhi permintaan darah untuk masyarakat yang sangat membutuhkan, seperti penderita talasemia dan ibu melahirkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/warga-mengikuti-kegiatan-donor-darah-massal-di-salah-satu-titik-pelaksanaan-di-Jakarta.jpg)