OTT KPK di Bea Cukai
Soal Dugaan Keterlibatan Petinggi Bea Cukai, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden
Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang ingatkan KPK agar kasus dugaan suap impor yang menyeret nama Dirjen BC Djaka Budhi Utama tidak menguap.
"Dengan fakta yang ada itu sudah cukup bagi menkeu untuk mengganti dirjen Bea Cukai, diharapkan yang baru yang lebih bersih," tuturnya.
Menanggapi pusaran polemik dan proses peradilan yang menyeret petingginya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akhirnya buka suara.
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa institusinya menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
“Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Namanya Muncul di Dakwaan, KPK Dalami Keterlibatan Dirjen Bea Cukai Lebih Jauh
Sebagai informasi, kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Februari 2026.
Dugaan suap tersebut diberikan oleh pihak Blueray Cargo untuk memperlancar dan mempercepat keluarnya barang-barang impor dari proses pengawasan Bagian Kepabeanan DJBC.
KPK sejauh ini telah menetapkan sejumlah pejabat Bea Cukai sebagai tersangka, termasuk Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, Rizal.