Wabah Hantavirus
Cara Penularan Hantavirus Menurut WHO: Waspadai Partikel Debu yang Terkontaminasi
Cara penularan Hantavirus yang dapat diwaspadai penyebab utamanya ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran atau air liur hewan pengerat.
Aktivitas yang melibatkan kontak dengan hewan pengerat seperti membersihkan ruang tertutup atau berventilasi buruk, pertanian, pekerjaan kehutanan, dan tidur di tempat tinggal yang dipenuhi hewan pengerat meningkatkan risiko paparan.
Sampai saat ini, penularan dari manusia ke manusia hanya didokumentasikan untuk virus Andes di Amerika dan masih jarang terjadi.
Jika terjadi, penularan antar manusia dikaitkan dengan kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di antara anggota keluarga atau pasangan intim, dan tampaknya paling mungkin terjadi selama fase awal penyakit, ketika virus lebih mudah menular.
Memahami bagaimana Hantavirus menyebar adalah langkah krusial dalam upaya pencegahan infeksi yang mematikan ini.
Secara biologis, siklus hidup virus ini bergantung pada inang alaminya, namun aktivitas manusia sehari-hari sering kali tanpa sengaja bersinggungan dengan jalur transmisinya.
Penularan ini tidak hanya terjadi antara sesama hewan pengerat, tetapi juga memiliki mekanisme yang spesifik saat berpindah ke tubuh manusia.
1. Transmisi Antar Reservoir Hewan
Di alam liar, penyebaran virus terjadi secara berkelanjutan di antara populasi inang.
Mekanisme penularan infeksi antar reservoir dapat terjadi melalui aerosol atau kontak langsung seperti perkelahian atau kawin dengan reservoir lain yang telah terinfeksi Orthohantavirus.
Interaksi sosial dan teritorial antar hewan pengerat inilah yang menjaga keberadaan virus tetap aktif di lingkungan tertentu sebelum akhirnya mencapai pemukiman manusia.
2. Jalur Masuk ke Tubuh Manusia
Interaksi antara manusia dengan lingkungan yang tidak higienis menjadi pintu masuk utama bagi virus ini.
Penularan penyakit virus Hanta ke manusia dapat terjadi baik melalui kontak dengan reservoir utama (tikus dan celurut) yang terinfeksi (melalui gigitan jarang terjadi) atau kontak dengan ekskresinya seperti saliva, urin atau feses.
Secara lebih detail, menurut Kemenkes dalam Buku Buku Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta di Indonesia yang diterbitkan Kemenkes RI tahun 2023, ada tiga cara utama bagaimana material berbahaya tersebut menginfeksi manusia:
- Inhalasi (Aerosol): Ini merupakan jalur yang paling umum. Penularan ke manusia juga dapat terjadi melalui aerosol dari debu atau partikel halus yang telah terkontaminasi oleh saliva, urin atau feses reservoir utama. Saat seseorang menyapu gudang atau area kotor tanpa masker, partikel virus yang mengering dapat terhirup masuk ke paru-paru.
- Kontak Membran Mukosa: Penularan dapat terjadi ketika saliva, urin, feses atau material terkontaminasi langsung mengenai kulit yang luka atau membran mukosa pada mata, mulut, dan hidung.
- Gigitan: Meski frekuensinya cukup rendah, gigitan langsung dari tikus yang terinfeksi tetap menjadi risiko transmisi yang patut diwaspadai.
3. Batasan Penularan pada Spesies Lain dan Manusia
Meskipun hewan peliharaan sering bersentuhan dengan tikus, risiko penyebaran melalui jalur ini masih sangat terbatas.
Spesies mamalia lain (kucing, anjing, dan anjing hutan) dapat terinfeksi melalui kontak dengan reservoir utama, tetapi belum dilaporkan penularan virus dari spesies ini ke spesies lain.
Artinya, hewan peliharaan Anda mungkin bisa terinfeksi, namun mereka kecil kemungkinan menjadi perantara untuk menularkan virus tersebut kembali kepada Anda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/warga-beraktivitas-menggunakan-masker.jpg)