Biaya Penyakit Jantung Tembus Rp17,3 Triliun, Dirut BPJS Kesehatan Dorong Pola Hidup Sehat
BPJS Kesehatan menggagas Program Prolanis Muda untuk mendorong perubahan perilaku hidup sehat di kalangan usia produktif
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga rutin guna mencegah berbagai penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hingga stroke.
Ajakan tersebut disampaikan Pujo saat mengikuti kegiatan bersama komunitas runners BPJS di Brebes, Selasa (12/5/2026).
Pujo yang memiliki latar belakang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah mengatakan, olahraga ringan seperti lari memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
“Saya bukan pelari, tapi saya berusaha hidup sehat. Kalau kita rajin berlari, jantung kita berdetak lebih cepat. Pembuluh darah jadi lebih lentur sehingga bisa mencegah hipertensi,” ujar Pujo.
Menurutnya, aktivitas fisik juga membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes.
“Insulin di otot akan dilepaskan, gula darah jadi turun, risiko diabetes pun bisa kita hindari. Rajin olahraga bisa memperpanjang usia, hasilnya nanti bisa kita nikmati 5 sampai 10 tahun ke depan,” katanya.
Pujo menjelaskan, BPJS Kesehatan terus mendorong penguatan program promotif dan preventif bersama komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan Program JKN.
Baca juga: BPJS Kesehatan: Pastikan Kepesertaan JKN Tetap Aktif Sebelum Butuh Berobat
Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan biaya pelayanan kesehatan kuratif yang terus meningkat akibat tingginya kasus penyakit kronis.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, sepanjang 2025 biaya penanganan penyakit jantung mencapai Rp17,3 triliun untuk 29,7 juta kasus.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengeluarkan biaya Rp13,3 triliun untuk 12,6 juta kasus gagal ginjal, Rp10,3 triliun untuk 7,1 juta kasus kanker, serta Rp7,2 triliun untuk 9,5 juta kasus stroke.
Pujo menegaskan, berbagai penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Penyakit kronis bukan lagi hanya persoalan usia lanjut, tetapi juga menjadi tantangan generasi produktif,” ujarnya.
Karena itu, BPJS Kesehatan menggagas Program Prolanis Muda untuk mendorong perubahan perilaku hidup sehat di kalangan usia produktif, khususnya masyarakat di bawah 45 tahun yang mulai rentan mengalami hipertensi dan diabetes melitus.
“Melalui pendekatan berbasis komunitas, Prolanis Muda diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan generasi muda,” katanya.
Pujo juga mengingatkan bahwa Program JKN berjalan dengan prinsip gotong royong, di mana peserta sehat membantu pembiayaan peserta yang sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/AJAK-RUTIN-OLAHRAGA-Direktur-Utama-BPJS-Kesehatan.jpg)