Kamis, 14 Mei 2026

KKI Soroti Dua Jenis Galon Guna Ulang dari Satu Produsen: Harga Sama, Standar Keamanan Beda?

KKI menyoroti peredaran dua jenis galon guna ulang dengan standar keamanan berbeda namun dijual dengan harga sama.

Tayang:
Istimewa
GALON GUNA ULANG - Ilustrasi galon guna ulang. Pengamat menyoroti fakta bahwa selama bertahun-tahun galon guna ulang yang beredar di Indonesia didominasi galon berbahan polikarbonat yang mengandung BPA. 

Selain itu, 30 persen konsumen melaporkan kondisi galon kusam atau berlumut, sementara 18 persen lainnya mengeluhkan galon retak.

“Makin tua usia galon makin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik, kotor, kusam, dan retak. Nah ini mendominasi laporan konsumen,” ujar David.

Ia menjelaskan galon polikarbonat memiliki risiko peluruhan BPA, terutama jika terpapar sinar matahari saat distribusi, dicuci dengan metode yang tidak standar, dan digunakan berulang kali.

Baca juga: KKI Soroti Minimnya Pengetahuan Konsumen Soal Usia Galon Guna Ulang

David menyebut pakar polimer telah merekomendasikan batas aman penggunaan galon polikarbonat maksimal satu tahun atau 40 kali pengisian ulang untuk mencegah peluruhan BPA.

Menurutnya, peluruhan BPA berpotensi memicu obesitas, diabetes, hingga gangguan reproduksi.

“Kalau harganya sama, konsumen wajib mendapatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan yang sama,” ungkapnya.

KKI mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi tegas terkait masa pakai galon guna ulang untuk melindungi konsumen dari peredaran galon tua.

“Kekosongan regulasi masa pakai untuk guna ulang adalah akar masalah yang harus ditutup. Negara perlu regulasi yang melindungi kesehatan masyarakat bukan sekadar keuntungan produsen,” tutup David.(*)

Baca juga: Survei KKI: Konsumen Tetap Pilih Harga Murah meski Sudah Tahu Bahaya BPA di Galon Guna Ulang

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved