KKI Soroti Dua Jenis Galon Guna Ulang dari Satu Produsen: Harga Sama, Standar Keamanan Beda?
KKI menyoroti peredaran dua jenis galon guna ulang dengan standar keamanan berbeda namun dijual dengan harga sama.
Selain itu, 30 persen konsumen melaporkan kondisi galon kusam atau berlumut, sementara 18 persen lainnya mengeluhkan galon retak.
“Makin tua usia galon makin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik, kotor, kusam, dan retak. Nah ini mendominasi laporan konsumen,” ujar David.
Ia menjelaskan galon polikarbonat memiliki risiko peluruhan BPA, terutama jika terpapar sinar matahari saat distribusi, dicuci dengan metode yang tidak standar, dan digunakan berulang kali.
Baca juga: KKI Soroti Minimnya Pengetahuan Konsumen Soal Usia Galon Guna Ulang
David menyebut pakar polimer telah merekomendasikan batas aman penggunaan galon polikarbonat maksimal satu tahun atau 40 kali pengisian ulang untuk mencegah peluruhan BPA.
Menurutnya, peluruhan BPA berpotensi memicu obesitas, diabetes, hingga gangguan reproduksi.
“Kalau harganya sama, konsumen wajib mendapatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan yang sama,” ungkapnya.
KKI mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi tegas terkait masa pakai galon guna ulang untuk melindungi konsumen dari peredaran galon tua.
“Kekosongan regulasi masa pakai untuk guna ulang adalah akar masalah yang harus ditutup. Negara perlu regulasi yang melindungi kesehatan masyarakat bukan sekadar keuntungan produsen,” tutup David.(*)
Baca juga: Survei KKI: Konsumen Tetap Pilih Harga Murah meski Sudah Tahu Bahaya BPA di Galon Guna Ulang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-galon-guna-ulang-130526.jpg)