Rabu, 13 Mei 2026

Cerdas Cermat 4 Pilar MPR

Ketua Komisi II DPR Temui Tim SMAN 1 Pontianak, Ungkap Kejanggalan LCC 4 Pilar MPR

Rifqinizamy Karsayuda temui siswa SMAN 1 Pontianak, soroti kejanggalan LCC Empat Pilar MPR dan minta klarifikasi terbuka.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, bertemu siswa SMAN 1 Pontianak usai polemik LCC Empat Pilar MPR di Kalbar. 
  • Ia menilai ada kejanggalan fatal dalam penilaian, meminta MPR klarifikasi dan permintaan maaf terbuka, serta menegaskan pentingnya menjaga integritas lomba prestisius ini

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, bertemu dengan pelajar SMAN 1 Pontianak di Jakarta, Rabu (13/5/2026). 

Pertemuan itu terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/2026) lalu. 

Baca juga: Apa Itu Artikulasi? Saran Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalbar, Ini Pengertiannya

Ungkap Kejanggalan LCC 4 Pilar MPR

Dia mengaku melihat kejanggalan dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar.

"Saya cermati dua hal, secara substansi memang ada kejanggalan dan cukup fatal," katanya di Jakarta, Rabu, dipantau dari program Sapa Indonesia Pagi KompasTV superti dilihat Tribunnews.com pada Rabu (13/5/2026).

Dia menyebut jawaban yang disampaikan oleh salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak persis mengutip ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait mekanisme pemilihan anggota BPK yang saat itu menjadi soal yang ditanyakan dalam LCC.

Rifqi mengatakan sebagai pembentuk undang-undang, dirinya tahu persis mana yang benar dan salah terkait hal itu.

"Ketika kemudian itu disalahkan, tentu ini menjadi persoalan," ucapnya.

Minta MPR Buat Klarifikasi 

Rifqi menyatakan dirinya lantas membuat video pernyataan resmi yang isinya meminta MPR untuk segera membuat klarifikasi secara utuh dan meminta maaf secara terbuka.

Ia juga meminta dua orang dewan juri yang kebetulan merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan MPR RI untuk menyampaikan permohonan maaf secara fair.

"Karena bagi saya ini bukan soal siapa yang menang siapa yang salah, ini soal angle di mana fair atau tidak fair pelaksanaan lomba ini dilakukan," ucapnya.

Rifqi menambahkan, poin penting lain yang ingin ditegaskannya adalah MPR harus tetap memosisikan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar sebagai lomba yang prestisius.

Baca juga: MPR Minta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Diulang: Jurinya Arogan, Mereka Harus Belajar dari Peserta

Janji Beri Beasiswa

Sebelumnya, Rifqinizamy Karsayuda membagikan momennya saat menelepon langsung Yosefa, salah satu peserta Regu C2 SMA Negeri 1 Pontianak dalam ajang LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalbar.

Atas polemik yang terjadi, Rifqinizamy melalui unggahan di media sosial menyampaikan apresiasi atas keberanian Josepha dalam menyampaikan pendapatnya di hadapan dewan juri.

Josepha juga diundang ke Jakarta dan akan difasilitasi oleh MPR RI dengan didampingi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang humas, serta guru pembimbing.

Dalam percakapan tersebut, Rifqinizamy memperkenalkan dirinya sebagai anggota DPR dan MPR RI sekaligus alumni SMA Negeri 1 Pontianak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved