Sebut Juli-Agustus Berpotensi 'Heboh', Eks Direktur BAIS TNI Ingatkan Ancaman Balkanisasi RI
Eks Direktur BAIS peringatkan ancaman balkanisasi RI, singgung konflik elite, ekonomi sulit, dan potensi gejolak Juli-Agustus.
Ia menyinggung adanya kelompok elite dan oligarki yang dinilai tetap dapat bertahan dalam kondisi ekonomi sulit, sementara masyarakat bawah semakin tertekan.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat menjadi lebih mudah dipengaruhi oleh kepentingan tertentu.
“Karena dia posisi ekonomi enggak bagus ya sudah ikut kamu aja. Dia tidak berpikir lagi dampak nanti ke depannya seperti apa,” ucapnya.
Dalam podcast itu, ia juga mengaitkan kondisi ekonomi dengan potensi gejolak sosial seperti kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan biaya hidup masyarakat.
Purnomo menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu akumulasi kemarahan publik.
Selain faktor ekonomi, Purnomo juga menyinggung konflik elite politik dan pengaruh asing sebagai faktor yang dapat memperlemah persatuan nasional.
Ia menyebut Indonesia sejak lama menjadi arena perebutan kepentingan negara besar karena posisi strategis dan kekayaan sumber daya alamnya.
Menurut dia, konflik internal akan memudahkan pihak luar masuk dan memanfaatkan situasi.
“Pecahnya situasi ini kalau orang asing mau masuk itu pintu masuk kita,” katanya.
Purnomo juga menilai persoalan hukum dan politik yang berlarut-larut dapat memperbesar ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.
Ia mencontohkan polemik yang terus berkembang di ruang publik tanpa penyelesaian tegas dari pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Dalam pandangannya, penguatan nation building menjadi faktor utama untuk mencegah disintegrasi nasional.
Purnomo menilai masyarakat harus kembali dibangun rasa memiliki terhadap negara agar tidak mudah terpecah oleh konflik identitas, kepentingan politik, maupun tekanan ekonomi.
“Negara ini milik kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bangsa besar dalam sejarah banyak runtuh bukan semata karena serangan dari luar, melainkan akibat konflik internal dan hilangnya kepercayaan terhadap institusi negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kawasan-Inti-Pusat-Pemerintahan-KIPP-Ibu-Kota-Nusantara-IKN-Penajam-Paser-Utara-Kalimantan.jpg)