Minggu, 17 Mei 2026

Hari Kebangkitan Nasional

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Libur atau Tidak? Cek SKB 3 Menteri

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai salah satu momentum penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. 

Tayang:
aceh.kemenag.go.id
KALENDER MEI 2026 - Potret kalender Mei 2026 lengkap dengan tanggal merah hari libur nasional dan cuti bersama diambil Senin (27/4/2026). Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai salah satu momentum penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.  

Perubahan besar mulai terjadi ketika muncul kelompok intelektual pribumi yang mendapatkan pendidikan Barat dan mulai menyadari pentingnya persatuan serta kemajuan melalui pendidikan dan organisasi.

Tonggak utama yang kemudian dijadikan dasar peringatan Hari Kebangkitan Nasional adalah berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. 

Organisasi ini didirikan oleh dr. Soetomo dan para mahasiswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), serta digagas oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo yang sebelumnya aktif mendorong kaum priyayi Jawa untuk meningkatkan pendidikan, dikutip dari desasedang.badungkab.go.id.

Pada awalnya, Budi Utomo bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan, khususnya untuk memajukan masyarakat Jawa dan Madura melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Seiring berjalannya waktu, Budi Utomo berkembang menjadi organisasi yang lebih terbuka dan mulai menyentuh aspek kebangsaan yang lebih luas. 

Pada tahun-tahun berikutnya, terutama setelah 1915, organisasi ini mulai menunjukkan perhatian pada isu-isu politik yang berkaitan dengan nasib rakyat pribumi di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda. 

Momentum Perang Dunia I turut memengaruhi dinamika ini, termasuk munculnya gagasan wajib militer bagi pribumi yang kemudian memicu tuntutan pembentukan lembaga perwakilan rakyat (Volksraad).

Perkembangan penting lainnya terjadi pada tahun 1918 ketika Volksraad akhirnya dibentuk dan Budi Utomo turut memiliki perwakilan di dalamnya. 

Dari sini, kesadaran politik mulai semakin menguat. 

Pada tahun 1920-an, Budi Utomo mulai membuka keanggotaan bagi masyarakat umum.

Tidak lagi terbatas pada kalangan priyayi Jawa, sehingga semakin memperluas basis gerakan nasional.

Pada saat yang sama, berbagai organisasi pergerakan lain juga mulai bermunculan, seperti Sarekat Islam, Indische Partij, dan organisasi kepemudaan yang semakin memperkuat semangat persatuan bangsa. 

Puncak dari perkembangan ini terjadi pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia sebagai bentuk nyata dari kesadaran nasional.

Secara historis, Hari Kebangkitan Nasional kemudian ditetapkan untuk mengenang lahirnya kesadaran tersebut, dengan Budi Utomo sebagai simbol awal pergerakan nasional modern. 

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang ditetapkan pada 20 Mei 1959 tersebut kini ditetapkan sebagai hari nasional, dikutip dari indonesiabaik.id.

Penetapan ini berdasarkan keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Hari Kebangkitan Nasional

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved