Sabtu, 9 Mei 2026

Ade Armando Ungkap Alasan Mundur: Tak Mau Polemik yang Menyerangnya Berdampak ke PSI

Ade Armando mundur dari PSI lantaran serangan dari berbagai polemik atas pernyataan itu berdampak kepada tubuh partai.

Tayang:
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
ADE ARMANDO MUNDUR - Pegiat media sosial (medsos) Ade Armando (kiri) dan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali (kanan) berfoto usai memberikan keterangan terkait pengunduran diri Ade Armando dari PSI di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ade Armando mundur lantaran serangan dari berbagai polemik atas pernyataannya itu berdampak kepada tubuh partai. 

Ringkasan Berita:
  • Ade Armando resmi menyatakan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak Senin (4/6/2026) malam.
  • Keputusan mundur dari PSI lantaran serangan dari berbagai polemik atas pernyataannya itu berdampak kepada tubuh partai.
  • Salah satunya terkait laporan yang diajukan sejumlah ormas soal dugaan penghasutan atau ujaran kebencian soal potongan video ceramah Jusuf Kalla.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegiat media sosial, Ade Armando resmi menyatakan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak Senin (4/6/2026) malam.

Hal tersebut dikatakan Ade Armando dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

"Saya mohon izin, yaitu melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," kata Ade Armando.

Baca juga: Ade Armando Nyatakan Mundur Sebagai Kader PSI, Buntut Laporan 40 Ormas Islam ke Bareskrim?

Menurutnya, keputusan mundur dari partai berlogo gajah itu lantaran serangan dari berbagai polemik atas pernyataannya itu berdampak kepada tubuh partai.

Salah satunya terkait laporan yang diajukan sejumlah ormas soal dugaan penghasutan atau ujaran kebencian soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

"Saya memang dilaporkan karena saya dianggap menghasut dan memfitnah memprovokasi misalnya. Seandainya itu memang hanya yang jadi sasaran tembaknya adalah hanya saya, menurut saya ya saya tidak keberatan, saya akan hadapi kalau saya dipanggil oleh polisi saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya," ucapnya.

 

 

"Masalahnya pada saat yang sama ternyata ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu, ya," sambungnya.

Apalagi, kata Ade Armando, laporan polisi terkait kasus itu pun meluas sampai politisi PSI yang lain yakni Grace Natalie juga ikut dilaporkan sehingga menurutnya bukan suatu hal yang adil.

"Tapi lebih dari itu, ada serangan terhadap PSI yang dilakukan secara bertubi-tubi. Saya dengan prihatin mendengar cerita bahwa para pimpinan di PSI itu diprovok, bukan diprovok, di seperti diancam tanda petik ya, bukan ancaman fisik atau apapun, tapi pernyataan-pernyataan seperti orang-orang akan mempersulit kerja PSI berikutnya untuk memperjuangkan partai di berbagai tempat gitu ya menjelang bukan menjelang nanti menuju pemilu 2029," tuturnya.

40 Ormas Laporkan Ade Armando

Untuk informasi, sejumlah orang yang mengaku perwakilan dari 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026) siang.

Mereka yang mengaku dari Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama hendak melaporkan politisi PSI, Grace Natalie, Ade Armando hingga Permadi Arya atau Abu Janda.

"Kami hari ini mewakili sekitar 40 ormas Islam yang kita sebut dengan Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama datang untuk membuat laporan kepolisian yang akan melaporkan tiga orang, yaitu saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie," kata Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Adapun dasar laporannya yakni terkait dengan pernyataan di siniar atau podcast yang diduga telah memframing mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved