Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel
Pemerintah Didesak Bawa Kasus Penahanan WNI oleh Israel ke Dewan HAM PBB
Pemerintah didesak membawa kasus penahanan lima WNI oleh militer Israel ke Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah Indonesia melalui sejumlah KBRI, antara lain di Ankara, Kairo, Amman, Istanbul, dan Roma, terus berkoordinasi untuk mengupayakan pembebasan para WNI mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Surat Perjalanan Laksana Paspor, dukungan medis, serta menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, Dewan HAM PBB, dan ICRC.
Sebagai informasi, WNI yang ikut dalam rombongan tersebut tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda.
Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:
- Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad
- Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad
- Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize
- Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk
- Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
- Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk
Sementara lima WNI yang jadi korban intersepsi militer Israel yakni:
- Bambang Noroyono atau Abeng
- Thoudy Badai
- Andre Prasetyo Nugroho
- Rahendro Herubowo
- Andi Angga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/militer-Israel-IDF-tangkap-WNI-jurnalis-Republika-misi-kemanusiaan-Gaza-Palestina.jpg)