Selasa, 26 Mei 2026

Idul Adha 2026

Takbiran Idul Adha 2026 Dimulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaannya

Takbiran merupakan tradisi umat Islam untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT dengan mengumandangkan kalimat “Allahu Akbar” menjelang hari raya.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
MALAM TAKBIRAN - Aksi pawai kendaraan pada malam takbiran saat acara car free night di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026). Takbiran merupakan tradisi umat Islam untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT dengan mengumandangkan kalimat “Allahu Akbar” menjelang hari raya. 

Ringkasan Berita:
  • Takbiran Idul Adha 2026 dimulai sejak 1 Dzulhijjah 1447 H (18 Mei 2026) hingga hari tasyrik dengan puncaknya pada malam 27 Mei 2026.
  • Takbiran terbagi menjadi takbir mursal dan muqayyad yang dilakukan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT menjelang dan setelah salat Idul Adha.
  • Bacaan takbiran berisi kalimat “Allahu Akbar” yang memiliki makna mengagungkan Allah sekaligus menjadi ungkapan syukur dan kegembiraan umat Islam menyambut Idul Adha.

TRIBUNNEWS.COM - Takbiran merupakan tradisi umat Islam untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT dengan mengumandangkan kalimat “Allahu Akbar” menjelang hari raya besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga simbol rasa syukur atas nikmat dan kemenangan spiritual setelah menjalani rangkaian ibadah. 

Di Indonesia, takbiran telah menjadi tradisi yang mengakar kuat, mulai dari lantunan di masjid, pawai obor di jalanan, hingga gema takbir keliling yang melibatkan masyarakat secara luas. 

Dalam konteks Idul Adha, takbiran menjadi penanda datangnya hari raya kurban yang penuh makna pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Tahun 2026, penetapan awal bulan Dzulhijjah menjadi acuan penting dalam menentukan waktu takbiran Idul Adha. Pemerintah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026, sehingga Hari Raya Idul Adha 1447 H dipastikan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Penetapan ini diumumkan melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI yang digelar di Jakarta pada 17 Mei 2026, berdasarkan hasil pengamatan hilal dan perhitungan hisab yang melibatkan berbagai lembaga terkait seperti BMKG, BRIN, dan ormas Islam.

Secara umum, takbiran Idul Adha dimulai sejak masuknya bulan Dzulhijjah, yakni mulai 1 Dzulhijjah 1447 H atau sekitar 18 Mei 2026, dan terus bergema hingga hari raya tiba. 

Dalam pelaksanaannya, takbiran terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir mursal yang dapat dilantunkan kapan saja sejak awal Dzulhijjah, serta takbir muqayyad yang dibaca setelah salat fardhu mulai 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga 13 Dzulhijjah (hari tasyrik terakhir).

Di Indonesia, malam takbiran Idul Adha 2026 biasanya mulai terasa ramai pada malam 10 Dzulhijjah atau malam 27 Mei 2026 setelah salat Maghrib, ketika masyarakat mulai mengumandangkan takbir di masjid, mushola, hingga pawai keliling di berbagai daerah.

Suasana ini menjadi momen kebersamaan yang sarat makna spiritual sekaligus budaya.

Kapan Takbiran Idul Adha 2026 Dimulai?

Secara syariat Islam, takbiran Idul Adha tidak hanya dilakukan satu malam sebelum hari raya, tetapi memiliki rentang waktu yang cukup panjang dan terbagi menjadi dua jenis utama.

Baca juga: Jadwal Libur Sekolah Idul Adha 2026 untuk SD, SMP, SMA, Cek Tanggal Resminya

1. Takbir Mursal (Takbir Bebas)

Takbir mursal adalah takbir yang dilantunkan secara bebas tanpa terikat waktu salat. 

Pada Idul Adha 2026, takbir ini dimulai sejak masuknya 1 Dzulhijjah 1447 H, yaitu pada 18 Mei 2026, dan terus dianjurkan hingga menjelang pelaksanaan salat Idul Adha pada 27 Mei 2026.

Takbir ini bisa dilakukan kapan saja, baik di rumah, di perjalanan, di masjid, maupun dalam aktivitas sehari-hari. 

Tujuannya adalah memperbanyak zikir dan menghidupkan suasana bulan Dzulhijjah sebagai bulan penuh kemuliaan dalam Islam.

2. Takbir Muqayyad (Setelah Salat Fardhu)

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved