Jumat, 29 Mei 2026

Dua Kampus Buka Suara soal 2 WNI Diduga Palsukan Riset, ITB Akui Prihantini Berstatus Alumni FMIPA

ITB mengakui Prihantini berstatus sebagai alumni di kampusnya. Dia lulus pada tahun 2022. Sementara UNY juga telah melakukan investigasi.

Tayang:

Dia mengungkapkan pihaknya menghormati proses hukum jika nantinya Prihantini berujung dilaporkan ke kepolisian.

“ITB menyatakan sikap bahwa tindakan Saudari Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud,” tuturnya.

“ITB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab,” sambung Aep.

Baca juga: Kemdiktisaintek Pastikan WNI Pemalsu Riset di Denmark Bukan Dosen atau Peneliti Aktif di Kampus RI

UNY Buka Suara, Rifaldy dan Prihantini Diduga Alumni FMIPA

Sementara UNY telah melakukan penelusuran terkait status akademik Rifaldy dan Prihantini. Dalam penyelidikan yang dilakukan, ada nama mereka dalam basis data akademik di UNY.

Namun, pihak kampus belum bisa memastikan apakah mereka benar-benar berstatus sebagai alumni.

“Kalau di database kami, ada dua nama yang sama dengan dua orang yang sedang viral tersebut. Ini masih kami dalami karena data yang digunakan saat publikasi berganti-ganti dan tidak ada nama departemen atau prodi tersebut di UNY,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (27/5/2026).

Kendati demikian, Nur mengatakan pihaknya telah menghubungi kedua alumni yang namanya dikaitkan dalam kasus dugaan riset palsu terebut.

Dia menyebut ada nama Rifaldy dan Prihantini yang berstatus sebagai alumni FMIPA UNY.

“Saat ini kami meminta teman-teman dosen dari FMIPA untuk reach out dua nama alumni yang ada di database kami. Karena memang sosmed beliau berdua sepertinya tidak bisa dikontak juga,” ujarnya.

Dalam upaya yang dilakukan, Nur menuturkan pihaknya telah berhasil menghubungi salah satu nama yang diduga terlibat yakni Prihantini.

Dia mengungkapkan Prihantini akan melakukan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya buntut polemik yang terjadi.

Baca juga: DPR Minta Investigasi Dugaan Riset Fiktif WNI di Denmark, Ini yang Dikhawatirkan

Namun, kata Nur, sosok Rifaldy belum berhasil dihubungi.

“Kami berhasil menghubungi Prihantini, responsnya nggih akan ada klarifikasi di sosmed. Sepertinya nomor HP-nya dibanjiri pesan juga,” jelasnya.

Nur menjelaskan nama Rifaldy tercatat sebagai angkatan 2014 FMIPA dan dinyatakan lulus tiga tahun setelahnya.

Sementara, nama Prihantini tercatat merupakan lulusan tahun 2018. Ia masuk sebagai mahasiswa FMIPA UNY pada tahun 2015.

Terkait sanksi jika terbukti melakukan pemalsuan riset, Nur mengungkapkan hal tersebut masih perlu untuk didiskusikan dengan pihak-pihak di internal UNY.

“Intinya, jika benar keduanya alumni, perlu kami diskusikan dengan pimpinan, komite etik dan pihak terkait untuk mengambil langkah selanjutnya,” pungkasnya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved