Islah Bahrawi Dikuntit OTK
Islah Bahrawi Temukan Mobil dan Motor OTK Penguntit Dirinya Terparkir di Kejari Jakarta Selatan
Islah mendapati kendaraan sepeda motor dengan pelat nomor polisi palsu ini sama persis seperti kendaraan yang selama ini berseliweran di rumahnya
Pada 21 Mei malam, Islah menghubungi anaknya. Anak Islah juga merasa diikuti oleh kendaraan yang disebut memiliki ciri serupa hingga ke kantor.
Mobil itu terekam oleh dash cam sang anak. Merasa situasi semakin mengkhawatirkan, Islah mulai berkoordinasi dengan warga sekitar untuk meningkatkan ronda lingkungan.
Pada malam yang sama, warga memergoki seorang pengendara motor yang diduga membawa perangkat Direction Finder (DF), yakni alat yang menurut Islah dapat digunakan untuk melacak posisi seseorang melalui sinyal seluler.
Saat dipergoki, pengendara tersebut disebut langsung melarikan diri. Namun rekan yang diboncengnya tertinggal dan berhasil direkam warga.
Kemudian pada 22-24 Mei, melalui rekaman CCTV dan pengamatan warga, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengintaian berhasil didokumentasikan.
Islah mengeklaim terdapat sekitar tujuh hingga sembilan orang yang menggunakan empat sepeda motor dan dua mobil berbeda.
Pindah ke Safe House
Dikarenakan situasi yang kian tidak aman, pada 24 Mei Islah mengevakuasi keluarganya ke safe house.
“Saya kemudian mengevakuasi saya, keluarga saya, dan semuanya ke safe house, ke rumah pengungsian. Karena menurut saya, ini udah mulai enggak nyaman,” tuturnya.
Meski keluarga telah dievakuasi, Islah mengaku aktivitas pengintaian masih terus berlangsung.
Hingga 1 Juni, Islah mengaku masih menemukan orang yang memotret dan merekam rumahnya.
Menurutnya, orang tersebut terlihat berhati-hati dan menghindari kamera CCTV maupun kemungkinan pemotretan dari warga sekitar.
"Bahwa sampai tadi malam pun saya masih dikuntit," imbuhnya.
Baca juga: Warga Dapati OTK Diduga TNI Bawa Alat Intelijen saat Memantau Rumah Islah Bahrawi
Teror Diduga dari TNI
Dalam sesi wawancara, Islah menegaskan OTK yang wajahnya terekam oleh kamera CCTV sudah mereka identifikasi.
“Ada beberapa gambar yang sudah kita dapatkan, enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI. Saya perjelas, anggota TNI,” tuturnya.
“Tapi lebih jauh dari itu kita belum bisa menjelaskan ini di kesatuan mana, di satuan kerja yang mana,” sambung dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penguntitttt-islah.jpg)