Rabu, 10 Juni 2026

Kasus Korupsi di BGN

Dudung Tantang Buktikan Isu Dirinya Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah Nanti

Dudung menantang publik untuk membuktikan kebenaran isu yang beredar tersebut.

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman membantah isu yang menyebut dirinya memiliki titik operasional dapur untuk program Makan Bergizi Gratis di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Kantor Staf Presiden Dudung Abdurachman membantah tudingan bahwa dirinya memiliki dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Dudung bahkan menantang publik untuk membuktikannya dan menjanjikan hadiah jika tuduhan tersebut benar.
  • Ia menjelaskan isu itu muncul pertama kali.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman membantah isu yang menyebut dirinya memiliki titik operasional dapur untuk program Makan Bergizi Gratis di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). 

Klarifikasi ini disampaikan Dudung usai menerima audiensi Kepala BGN Nanik S Deyang di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Dudung menantang publik untuk membuktikan kebenaran isu yang beredar tersebut.

Ia bahkan menjanjikan imbalan bagi siapa saja yang bisa menemukan bukti keterlibatannya.

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek. Saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya. Jelas ya rekan-rekan sekalian," tegas Dudung.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menjelaskan rumor ini bermula dari upayanya menjembatani sebuah pondok pesantren dengan pihak BGN beberapa bulan lalu.

Pengurus pesantren tersebut awalnya meminta bantuan agar pesantren mereka bisa menjadi titik sasaran penerima manfaat.

"Saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya untuk sebagai sasaran penerima manfaat karena di pesantren itu kan ada penerima ada santrinya 4.000, ada yang 5.000," ungkapnya.

Dudung kemudian mencoba mengenalkan perwakilan pesantren tersebut kepada Eks Kepala BGN Dadan Hindayana.

Lalu, Dadan menugaskan stafnya untuk sekadar menyambungkan komunikasi kedua belah pihak.

"Akhirnya silakanlah, mereka berhubungan, mereka berhubungan saya sudah tidak ngerti apa-apa," jelasnya.

Namun dalam perkembangannya, rencana pembangunan dapur di pesantren tersebut ternyata belum terealisasi hingga saat ini.

Niat awal membantu pesantren tersebut justru memunculkan kabar burung mengenai keterlibatan Dudung dalam bisnis proyek BGN.

"Cuma karena saya yang minta tolong ke Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur," pungkasnya.

Isu “Dapur MBG” saat ini muncul karena sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program dapur Makan Bergizi Gratis sempat berhenti beroperasi karena dana belum cair, serta adanya dugaan perebutan proyek dapur oleh pihak-pihak tertentu. 

Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan pencairan dana sudah dilakukan sejak 5 Juni 2026, sementara DPR dan pakar menyoroti risiko kebocoran anggaran akibat intervensi politik. 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved