Jumat, 8 Mei 2026

Berdayakan Pekerja Migran, Dirut Finnet Sabet Gelar CEO Paling Inovatif 2026

Rakhmad Tunggal Afifudin dinobatkan sebagai salah satu pemimpin perusahaan terbaik dalam ajang 'Indonesia Best 50 CEO Awards 2026'.

Tayang:
Editor: Dodi Esvandi
HO/IST/Abdi Ryanda Shakti
Direktur Utama PT Finnet Indonesia, Rakhmad Tunggal Afifudin, dinobatkan sebagai salah satu pemimpin perusahaan terbaik dalam ajang 'Indonesia Best 50 CEO Awards 2026'. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Utama PT Finnet Indonesia, Rakhmad Tunggal Afifudin, dinobatkan sebagai salah satu pemimpin perusahaan terbaik dalam ajang 'Indonesia Best 50 CEO Awards 2026'.

Pria yang akrab disapa RTA ini meraih penghargaan untuk kategori The Most Innovation dalam gelaran CEO Forum & Awards 2026 oleh The Iconomics di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan RTA yang dinilai adaptif dan berbasis data. 

Ia dianggap berhasil membangun resiliensi Finnet Indonesia di tengah disrupsi ekonomi dan ketatnya persaingan industri teknologi finansial (fintech).

Misi Inklusi: Menyentuh 'Pahlawan Devisa'Di bawah nakhoda RTA, Finnet yang merupakan anak usaha TelkomGroup tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga memegang mandat strategis meningkatkan inklusi keuangan nasional. 

Salah satu fokus utamanya adalah membantu Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Data Bank Indonesia mencatat angka yang fantastis: remitansi pekerja migran pada 2025 menembus Rp288 triliun, naik 14 persen dari tahun sebelumnya. 

Namun, di balik angka besar tersebut, jutaan PMI masih menghadapi kendala klasik: prosedur kirim uang yang rumit dan biaya tinggi.

"Finnet terus mengembangkan ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan inklusif untuk mempermudah Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya dalam mengakses layanan keuangan secara aman dan efisien," ujar RTA.

Melalui layanan Finpay, Finnet kini telah terkoneksi dengan remittance company di tujuh negara, 90 bank, 122 biller, serta lebih dari 100.000 outlet. 

Ini memungkinkan PMI mengirim uang ke tanah air semudah menggerakkan jari di layar ponsel.

Baca juga: Bukan Sekadar Buruh, Menteri Mukhtarudin Ingin Pekerja Migran Jadi Intelektual Bergelar Sarjana

Keseimbangan Bisnis dan Dampak Sosial 

Bagi RTA, keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan (ESG). 

Hal ini dibuktikan melalui kemitraan dengan Koperasi Migran Indonesia Makmur Sejahtera (MIMS) untuk mendukung kemandirian finansial mantan pekerja migran.

"Kondisi ekonomi saat ini menuntut CEO untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga ketahanan (resiliensi), relevansi pasar, dan keberlanjutan bisnis," jelasnya.

Sisi kemanusiaan Finnet juga terlihat dari berbagai aksi hijau, mulai dari reboisasi hutan di Bandung hingga pelestarian ekosistem pesisir lewat penanaman mangrove dan pelepasan tukik.

Keamanan Transaksi Jadi Prioritas

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved