Jumat, 15 Mei 2026

EVMoto, Layanan Baru Ojek Online Berbasis Motor Listrik, Berapa Tarifnya?

Bisnis EVMoto ke depan juga akan dikembangkan ke layanan motor listrik roda tiga hingga mobil listrik.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
(DOK. OXVA)
BEBAS EMISI - Driver ojek online EVMoto di acara pengenalan jasa ride haling ini di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025. Armada ojek online EVMoto 100 persen menggunakan sepeda motor listrik. 

Jika bisnis EVMoto dapat menggantikan 1 juta sepeda motor berbahan bakar bensin dengan sepeda motor listrik, maka emisi CO2 akan berkurang sebesar 4,93 juta ton per tahun, yang merupakan pencapaian yang sangat berarti.

Selain itu, biaya produksi sepeda motor listrik hanya sekitar 50 persen dibandingkan sepeda motor bensin, sementara biaya konsumsi energi hanya sekitar 30 persen.

Penggunaan sepeda motor listrik akan secara signifikan menurunkan biaya pengemudi. Sebagian penghematan biaya dapat diberikan kepada penumpang dan sebagian kepada pengemudi, sehingga biaya perjalanan menjadi lebih rendah dan pendapatan pengemudi meningkat.

Berapa Tarif Naik Ojek Online EVMoto?

Jason menjelaskan, tarif perjalanan penumpang EVMoto lebih murah dari kompetitor, hanya sekitar 70 persen dari harga pasar saat ini.

Sementara biaya platform untuk pengemudi akan diturunkan menjadi hanya 9 persen, jauh lebih rendah dibandingkan sekitar 20 persen yang dikenakan oleh platform utama saat ini.

Soal alasan pemilihan Ecgo sebagai mitra strategis untuk menyediakan kendaraan bagi pengemudi ride-hailing EVMoto, Jason bilang pihaknya sudah bekerja sama dengan Ecgo dalam jangka waktu yang cukup lama dan Ecgo saat ini merupakan sepeda motor listrik yang paling sesuai untuk pengemudi ride-hailing di pasar Indonesia.

Dia menjelaskan, sepeda motor Ecgo menyediakan dua baterai bagi pengemudi, dengan jarak tempuh hingga 140 kilometer per sekali pengisian daya. Pengemudi dapat melakukan pengisian daya sendiri atau menukar baterai di stasiun penukaran baterainya.

Dengan dukungan model dua baterai dengan sistem isi ulang dan tukar baterai ini, pengemudi diklaim dapat secara signifikan mengurangi frekuensi penukaran baterai.

Pengemudi bisa fokus menggunakan waktu bekerjanya untuk menerima pesanan, melayani perjalanan jarak jauh, serta memanfaatkan waktu malam dan jam makan siang untuk pengisian daya, sehingga secara signifikan mengurangi biaya penukaran baterai.

Dia menegaskan, model sepeda listrik Ecgo tidak bergantung pada stasiun penukaran baterai sehingga dapat dengan cepat diperluas ke berbagai kota.

Karena itu, model ini dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan EVMoto.

Garap Bisnis Ride Hailing di 10 Kota Dulu

Di tahap awal, EVMoto akan menjalankan bisnis ojek online ini di 10 kota di Indonesia pada tahun 2026, dan saat ini hanya Ecgo yang mampu meluncurkan layanan sepeda motor listrik secara simultan di 10 kota utama dalam waktu satu tahun.

CEO Ecgo, William Teng menyampaikan perusahaannya telah beroperasi di Indonesia selama tujuh tahun dan baik pengembangan produk maupun model bisnisnya sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved